Aksi Salfa di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar – Melihat tumbuh kembang anak yang semakin hari banyak kemajuan, tentu membuat saya sebagai Bunda merasa bahagia. Terkadang juga merasa was-was karena kemajuan tersebut hanya berlangsung sementara. Tetapi, saya tidak ingin berputus asa dan berpikir aneh-aneh. Salfa insya Allah sehat, pintar, cerdas dan pastinya kelak menjadi anak shalihah, aaamiiin.

Satu kemajuan Salfa yang membuat mama dan nenek saya kagum adalah kemandirian dan percaya diri Salfa. Saat pulang ke Makassar bulan lalu (14-17 April 2016), saya dan Salfa menghadiri pesta pernikahan keluarga, tepatnya keluarga dari almarhum bapak yang tidak lain berdarah suku bugis Soppeng. Lokasi pestanya lumayan tidak begitu jauh dan dekat dengan mall. Jadi, sebelum ke pesta bisa cuci mata sejenak sambil menunggu waktu.

Baca Juga: 7 Tips Traveling dengan Batita agar Menyenangkan

Nah, sesampai di lokasi pesta, saya sudah yakin bahwa Salfa tidak akan diam. Usia tepat 21 bulan (16 April 2016) memang sedang seru-serunya mengeksplor apa yang dilihatnya. Dugaan saya itu tidak pernah meleset. Salfa tidak bisa duduk diam dan selalu ingin kesana-kemari. Untung saja pesta pernikahan dihadiri oleh mayoritas keluarga, jadi saya tidak terlalu khawatir Salfa hilang di dalam venue dimana pesta berlangsung.

Aksi Salfa di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar

Gedung Swiss-Belinn Panakkukang Makassar memang terbilang hotel mewah dan luas, khususnya yang dipakai keluarga mempelai untuk menghelat resepsi pernikahan. Salfa menjadi semakin bersemangat berjalan (sesekali berlarian) dari sudut satu ke sudut lain, hingga akhirnya Salfa melihat pojok dimana penyanyi mengambil tempat untuk menghibur semua tamu yang hadir. Salfa terlihat tertarik dan wow tanpa pernah saya duga sebelumnya, Salfa naik ke panggung mengambil mic dan ikut bergaya seolah bernyanyi.

Salfa Beraksi di Panggung

Salfa Beraksi di Panggung

Saya kaget plus senang karena Salfa ternyata memiliki percaya diri tinggi. Aksi Salfa di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar itu sukses membuat mata saya berkaca-kaca. Sepupu saya yang hadir mengatakan kalau Salfa termasuk anak cerdas, karena di usia 22 bulan, pada umumnya di daerah saya, masih terus melekat dengan ibunya. Bahkan ada juga anak yang akan menangis melihat orang banyak, tidak mau mendekat jika bukan dengan ibu atau bapaknya. Tetapi, Salfa berbeda. Semua orang yang mengajaknya salaman pun direspon dengan baik. Tidak takut atau menangis saat bertemu dengan orang banyak. Dan yang paling menggemaskan para keluarga yang hadir adalah Salfa berdiri di panggung memegang mic dan tubuhnya digerak-gerakkan seolah sedang bernyanyi.

Aaah, rasanya high heels yang sedikit “aneh” di kaki saya tidak lagi berasa seperti saat pertama kali memakainya menuju Hotel Swiss-Belinn. Saya dan Salfa memang ke Makassar hanya berdua. Bayangkan betapa khawatirnya saya saat mebawanya dalam perjalanan jauh by myself. Tetapi saya harus bisa karena tidak selamanya keadaan seideal yang diharapkan.     

Ayo, Nduk! Besok kamu tunjukkan aksi apalagi?