Aliran Rasa Game Level 2 Bunda Sayang IIP: Karena Semua Butuh Proses – Alhamdulillah akhirnya bisa menulis juga testimoni selama membersamai si kecil, khususnya dalam melatih kemandirian si Salfa yang masih berusia 3 tahun 14 hari.

Jujur saja, di awal memulai saya mengalami ketakutan tersendiri. Takut Salfa tidak bisa bekerja sama, takut saya yang terlalu berekspektasi tinggi. Bahkan di hari pertama saya menangis karena ketakutan ini. Padahal yang namanya tantangan itu bisa saja berhasil atau gagal. Namun, saya terus berharap diberi kemudahan.

Membersihkan mainan sendiri adalah hal paling saya utamakan karena kami memang tinggal di rumah kontrakan yang kecil. Namun, kami tidak pernah menghalangi Salfa memiliki mainan yang memang bisa membantu perkembangan sensor motoric kasar dan halusnya. Hanya saja waktu untuk membelinya yang kami variasikan. Hingga kemudian tampak bertumpuklah mainan jika tidak dibereskan ke dalam satu kotak khusus.

Memang sih mengajak Salfa membereskan mainan sudah saya mulai sejak 2 tahun. Hanya saja saya belum bisa konsisten karena seringkali diperhadapkan pada masalah mood. Ya, jika tidak mood itu datang, duh rasanya ingin hanya berbaring di kamar sembari membaca buku kesukaan.

Nah, sejak gabung di IIP Surabaya, saya kemudian tersentak kembali bahwa yang saya lakukan memang konsekuensinya harus dijalani. Ketika akan memulai lagi di bulan lalu karena tantangan yang diberikan sebagai game level 2 di Bunda Sayang, saya harus kembali bersemangat. Toh, saya juga yang nanti akan menikmati manfaatnya. Pun bagi Salfa bisa tumbuh jadi anak yang lebih rapi.

Mengerjakan atau menulis hasil tantangan, khususnya One Week One Skill ini benar-benar menyerang mood saya. Melakukan rutinitas yang sama setiap hari itu sebenarnya bikin cepat bosan. Walhasil saya harus memberikan selingan skill lain yaitu makan sendiri. Dan Alhamdulillah terus berjalan dan Salfa pun ikut merasa senang.

Lantas bagaimana hasilnya sekarang? Apakah Salfa sudah bisa membereskan mainan sendiri jika diminta? Tentu saja “iya tetapi penuh perjuangan bujuk rayu dan kalimat-kalimat pamungkasnya”. Karena memang semuanya butuh proses.

10 hari tentu sangatlah cepat untuk membentuk sebuah habits. That’s why I have more time, at least about 90 days.

Well… semoga saya terus mampu menjaga mood dan tidak pernah lupa mengerjakan tantangan-tantangan selanjutnya. Karena konsistensi itu butuh perjuangan yang ketika berhasil dikerjakan, ada senyum merekah di wajah cantik ciptaan Tuhan.

Salam Ibu Profesional