Shock! Penjelasan dokter seakan membuat kebahagiaan seperti kemarau yang dihapus hujan lebat seharian. Masih teringat jelas saat bertatapan langsung dengan salah satu dokter bedah anak terbaik di Surabaya.

Ya, anak saya, tepatnya anak pertama yang dinantikan lebih kurang 1,8 tahun, harus mengalami hal seperti ini. Diagnosa yang “harusnya” sejak dini diketahui. Saya masih ingat ketika memeriksakan kasus benjolan di pipi kiri anak saya pada usia 2 bulan. Diagnosa dokter anak saat itu tidak memberikan warning apa-apa.

“Tenang, Bu. Seiring dengan berjalannya waktu dan pertumbuhannya, benjolan itu akan hilang.” Kata dokter sambil memberikan resep berupa multivitamin.

Hingga pada suatu ketika, benjolan itu nampak membesar pada usia 4 bulan. Saya jadi “merasa tertipu” dengan diagnosa dokter sebelumnya. Saya beralih ke dokter anak lain. Setelah melakukan pemeriksaan pada anak saya, dokter mendiagnosa kalau anak saya menderita Parotitis. Istilah umumnya adalah gondongan. Saya pun diminta dokter untuk pulang dan tetap tenang serta kembali kontrol sebulan berikutnya. Tetapi, yang namanya seorang Ibu ketika melihat kondisi anaknya tidak seperti anak pada umumnya, tentu saja masih dihantui rasa cemas, khawatir dan sebagainya. Apalagi jika benjolan tersebut muncul ketika anak saya selesai makan/minum dan aktif bergerak.

#BeraniLebih Ikhlas dan Berdamai dengan Tumor

Usianya kini 9 bulan 15 hari

Saya pun #BeraniLebih mencari tahu tentang kondisi anak saya dengan bertanya pada teman-teman, khususnya yang bekerja di bidang medis. Jawaban mereka pun serempak sama yaitu meminta saya memeriksakannya ke dokter bedah anak. Karena akan lebih meyakinkan dan tidak asal mendiagnosa. Saya panik dan menangis sesekali, baik dalam hati maupun secara nyata. Takut terjadi hal serius pada anak saya. Belum hilang dari ingatan saya saat harus terpisah dengan anak saya karena harus diberi penyinaran karena tubuhnya kuning. Kemudian muncul lagi masalah benjolan. Hiks… rasanya kaku seluru tubuh ini.

Dan pada akhirnya, dokter bedah anak mendiagnosa anak saya menderita hemangioma kavernosum. Tumor jinak dari pembuluh darah yang muncul akibat proses pembentukan jaringan kulit. Sedih, karena anak yang belum berusia 1 tahun harus menderita tumor. Bahagia, karena sudah lega dengan penjelasan dokter bedah anak yang begitu panjang dan jelas. Tidak ada lagi hal yang membuat ragu karena semua hal yang mengganjal di hati dan pikiran telah dijawab oleh dokter.

Kini hanya menantikan usia anak saya di atas 1 tahun untuk diberikan tindakan medis (operasi). Meskipun begitu saya masih percaya ada cara lain, selain operasi, untuk menghilangkan benjolan tersebut. Saya pun #BeraniLebih ikhlas karena yakin Tuhan ingin mengangkat derajat dengan ujian anak. Meskipun cemoohan tetangga, sanak saudara yang melihat kondisi anak saya seperti sekarang, saya berusaha tersenyum walau tidak bisa dipungkiri hati sedang bersedih. Bahkan harus terlihat biasa-biasa saja saat menjelaskan kondisi anak saya yang sebenarnya dari awal sampai akhir.

Saya #BeraniLebih berdamai dengan tumor karena yakin ada hikmah di balik semua yang terjadi. Karena dengan berdamai, saya lebih bisa tenang dan ringan menjalani hari-hari ke depannya serta bisa ikut lomba Light of Women ini. Apalagi anak saya sangat baik pertumbuhan dan perkembangannya. Tak ada yang perlu dikhawatirkan karena semua sudah menjadi jalan hidup yang diatur Tuhan.

FB: Rahmah ‘Suka Nulis’ Chemist

Twitter: @amma_chemist

#BeraniLebih