[Day 10] Games Bunda Sayang: Komunikasi Produktif – Yippieee… akhirnya sampai juga di hari ke-10 dalam tantangan Games Level I Bunda Sayang. Bahagia? Tentu. Tetapi bukan berarti kemudian lepas tugas. Karena lagi-lagi selalu saya ingatkan diri bahwa komunikasi produktif ini sangat dibutuhkan dalam proses membersamai perkembangan Salfa. Dan setiap hari selalu saja ada tantangan seru yang benar-benar mencengangkan.

Hari ini adalah kembali mengendalikan emosi. Soalnya, Salfa kemudian membuat ulah lagi. Andai saya belum mengikuti tahapan pendidikan di IIP ini, mungkin saya akan “menggila” dengan apa yang dilakukan Salfa. Memang kalau dilihat adalah perkara kecil, tetapi bagi saya yang masih kontrak rumah kecil dan space sangat terbatas, tingkah Salfa membuat saya sumpek karena harus mengeluarkan effort lebih untuk membersihkan.

Ya, Salfa bermain bedak. Awalnya saya berikan kesempatan untuk memakai bedak sehabis mandi. Saya pun menaruh di tempat biasa. Ternyata, Salfa kemudian mampu meraih bedak tersebut lagi dan bermain bersama bonekannya. Dan tahu sendiri apa yang terjadi? Bedak yang masih lumayan penuh harus tersisa setengahnya. Bedak sudah berceceran dimana-mana bahkan sampai mengenai lemari, tembok dan lainnya.

Sekujur tubuh Salfa pun penuh dengan bedak. Untung saja tidak sampai masuk ke matanya. Saya khawatir ada apa-apa. Nah, rasa jengkel dan marah saat itu benar-benar harus saya redam sekuat mungkin. Karena jika tidak, saya takut kata-kata saya justru melukai perasaan Salfa. Khawatir out of control sehingga pasti dan mau tidak mau akan ditiru oleh Salfa.

Maka saya kemudian terus berusaha woles. Namun, namanya emak-emak itu akan tidak sah jika tidak berkata-kata. Maka saya meminta bantuan Salfa untuk segera membersihkan kotoran bedak. Sembari membersihkan, saya pun kemudian menjelaskan bahwa Bunda ingin Salfa bermain yang lain saja. Bedak akan digunakan ketika memang dibutuhkan.

Memang sih respon Salfa juga bisa saja. Tetapi saya percaya bahwa memori otaknya sedang merekam semua peristiwa yang terjadi hari ini. Semoga kelak Salfa tidak trauma.

Salam Bunda Sayang