Edukasi Fitrah Seksualitas Day 10: Siapkan Anak Menuju Akil Baligh – Beberapa hari ini kita selalu membahas bagaimana mendidik fitrah seksualitas anak dengan sudut pandang ketika anak masih balita. Pertanyaan baru timbul, bagaimana dengan anak yang usianya sudah berada di atas 7 tahun? Apakah saat akil baligh anak sudah memiliki kesiapan khusus sehingga tidak diragukan saat menjalani hari-hari bersama teman dan keluarga layaknya anak pada umumnya?

Kelompok 9 hari ini kembali membuat saya memikirkan berbagai kasus dimana ada anak yang (maaf) hamil di luar nikah, penyimpangan seks, pergaulan bebas bahkan terjadi kesenjangan antara akil dan baligh. Menurut teman-teman di kelompok 9 menuturkan:

Akil adalah fase dewasa secara psikologis

Baligh adalah fase dewasa secara biologis, dimana anak perempuan ditandai dengan menstruasi dan anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah.

Dari pengertian di atas, seringkali banyak kasus seperti yang saya sebutkan sebelumnya ternyata timbul akibat terjadi kesenjangan antara akil dan baligh. 

Contoh: anak laki-laki yang hidup dengan kondisi keluarga serba dimanja, maka kelak ketika dewasa, tidak memiliki sifat mandiri dan mampu menentukan keputusan sendiri. Otomatis masa akil-nya tidak berjalan sempurna. Sedangkan kasus dimana adanya anak-anak hamil di luar nikah, ini merupakan tanda bhawa masa baligh si anak berjalan namun tanpa kontrol dan pengawasan dari orang tua. Sehingga terjadilah kesenjangan yang jomplang. 

Jika sudah seperti ini, maka solusinya adalah mendampingi masa akil baligh anak dengan baik dan benar. Caranya seperti apa? Berikut ini saya bagi sesuai dengan jenis kelamin anak ya.

Mendampingi ANAK PEREMPUAN Ketika Menstruasi 

  • Melakukan diskusi dengan santai namun berisi kepada anak
  • Memberikan informasi tentang batasan aurat
  • Memberikan ketegasan antara hak dan kewajiban bagi seorang perempuan yang sudah haid
  • Menjelaskan segala hal berkaitan dengan haid yang wajib diketahui, utamanya soal bagaimana bersuci

Mendampingi ANAK LAKI-LAKI Ketika Mimpi Basah 

  • Komunikasi antara ayah dan anak harus terjaga
  • Berikan informasi seputar mimpi basah
  • Memberikan ketegasan antara hak dan kewajiban bagi seorang anak laki-laki yang sudah mimpi basah
  • Berikan motivasi dan role model bagi anak laki-laki agar tetap berjalan pada koridornya

Well… sampai di sini hal yang ingin saya sampaikan berdasarkan diskusi menarik dari kelompok 9 hari ini. Jika ada yang ingin didiskusikan, silakan teman-teman sebutkan di kolom komentar ya.