Edukasi Fitrah Seksualitas Day 11: Bunda, “Punyaku” Kok Beda? – Salfa memang masih sendiri alias belum memiliki saudara. Namun, seringkali ada keluarga yang bermain dengannya dan ketika saatnya ke kamar kecil, Salfa melihat sesuatu yang berbeda di bagian kelamin. Sebenarnya saya pun masih tertatih menjelaskan ke keluarga kalau anaknya ketika akan ke kamar kecil tolong pakaian di buka di kamar kecilnya itu saja.

Hal ini untuk antisipasi Salfa bertanya sesuatu yang belum waktunya bahkan saya sedang mempersiapkan ilmu untuk menjawabnya. Namun, realita di usia jelang 4 tahun, Salfa sudah melihat hal berbeda dengannya. Maka ketika Salfa bertanya:

“Bunda, punya adek ini kok bentuknya beda?”

“Bunda, ini apa? Kok merah?” (sambil menunjuk kemaluannya saat jongkok untuk melakukan BAB)

Pasti orang tua pada umumnya akan marah jika si anak bertanya demikian. Paling orang-orang menjawab:

“Eh sudah tidak perlu tahu.”

atau “Kamu masih kecil. Tidak usah tanya itu dulu.”

Dengan demikian, rasa penasaran dipendam dan kemudian menumpuk. Hasilnya fitrah seksualitas anak tidak terjawab dengan sempurna pada masanya. Maka jadilah anak kelak akan mencari tahu sendiri, entah lewat internet, teman atau bahkan orang lain yang lebih dewasa darinya. Kalau sudah seperti ini, maka pekerjaan orang tua menjadi lebih banyak, karena selain mengawasi, fitrah seksualitas pun kembali harus ditanamkan.

Daripada seperti itu, mengapa tidak lakukan sejak dini? Terlambat? Insya Allah tidak akan terlambat daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali.

Nah, sudah bisa jawab pertanyaan mengapa “punyaku berbeda?”