Edukasi Fitrah Seksualitas Day 13: Ajari Gender Pada Anak dengan Pakaian – Hari ini menerima ajakan berbuka puasa di salah satu resto di Surabaya. Saya otomatis keluar bersama dengan  si balita aktif. Karena tanpa dia, rasanya perjalanan saya keluar rumah akan selalu diserang khawatir, kangen dan juga was-was.

Nah, saat tiba di lokasi, Salfa langsung bermain ke arena playground yang disediakan oleh pihak resto. Namun, saat pertama kali bermain, Salfa melihat ada anak yang berpakaian sedikit berbeda. Anak perempuan tetapi memakai kaos super hero. Sekilas saya lihat itu gambar manusian laba-laba. Salfa pun mendekat ke saya dan berbisik:

“Bunda, Salfa juga mau beli baju itu. Spider Maaaaannn…!” (sambil bergaya a la Spider Man tatkala beraksi)

Saya pun untung berhati-hati dalam berkata sebab apa yang saya ucapkan bisa jadi boomerang di kemudian hari oleh Salfa. Lalu saya pun mengatakan ini pada Salfa:

“Salfa masih mau main nggak? Kalau udah capek, kita pulang.”

Seketika Salfa kehilangan fokus. Tidak lagi membahas soal baju kaos anak yang ikut bermain di playground. Namun, saat naik ke mobil menuju rumah, Salfa ingat lagi. Otomatis saya harus cari cara lagi untuk menjelaskan agar Salfa paham. Lalu saya pun mengatakan seperti ini:

“Salfa,  nanti sampai rumah Bunda beritahu ya.”

***

“Salfa, Bunda tidak mau belikan Salfa baju Spider Man karena Salfa itu perempuan, bukan laki-laki. Salfa tahu kan kalau perempuan itu harusnya pakai rok, baju panjang, jilbab dan hiasan yang memperlihatkan bahwa dia perempuan. Meskipun tadi Salfa lihat ada anak perempuan yang pakai baju Spider Man, itu artinya si kakak tadi belum paham kalau harus pakai baju yang seperti apa.”

“Tapi kan Salfa suka, Bunda.”

“Pilih mana, Salfa pakai baju Spider Man atau baju-bajunya Salfa yang di lemari dikasihkan semua ke orang lain karena Salfa tidak mau pakai?”

Salfa lalu diam dan memeluk saya. “Salfa cuma suka bukan mau beli.”

“Tadi lho Salfa bilang beli waktu di restoran.”

“Salfa cuma bercanda, Bunda.”

***

Saya pun seketika lega karena soal baju ini selesai meski menyisakan hal baru. Salfa pintar memutar kalimat sehingga tidak ingin disalahkan. Besok harus diberitahu lagi. Pastinya saat ini pelan-pelan Salfa tahu bagaimana seharusnya anak perempuan berpakaian.