Edukasi Fitrah Seksualitas Day 4: Sentuhan Boleh dan Tidak Boleh pada Anak – Mengajari anak tentang soal satu ini (baca: fitrah sesksualitas), bisa dengan cara yang mudah dipahami. Pastikan anak tidak merasa ditekan atau ditakut-takuti. Karena bagi anak yang kritis, hal ini bisa jadi sesuatu yang mengganggu bahkan menjadi menghindar dan mencari tahu sendiri.

Nah, untuk  mengajarkan soal ini, saya mengajak Salfa untuk mendengar dan menonton video “Sentuhan Boleh” yang sengaja dibuat untuk membantu para orang tua dalam mendidik soal ini. Tadinya saya berpikir bahwa Salfa akan takut atau merasa tidak suka karena kontennya bukan kartun dan sejenisnya. Tetapi ternyata bisa saja dia asik menikmati videonya sampai selesai. Dan beruntung sudah langsung hafal.

Namun…

Ada bagian yang Salfa “gagal paham”, soal adegan dimana seorang laki-laki asing memberikan permen lolipop untuk si anak. Menurut Salfa itu seorang ayah yang membeli permen untuk anak-anaknya. Karena anaknya tidak suka jadi lari ke ibunya. Hmm… imajinasi anak-anak ya sungguh luar biasa.

Maka kemudian sebelum salah paham yang lebih lanjut, saya jelaskan ke Salfa bahwa laki-laki asing tadi itu jahat karena mau sentuh tubuh anak-anak dengan cara paksa dan itu tidak boleh. Karena laki-laki asing itu bukan ayah dari si anak. Lalu Salfa kemudian bertanya:

“Kalau disentuh sakit ya, Nda?”

“Iya, Fa. Laki-laki yang tidak dikenal itu mau menyakiti makanya si anak lari.”

Setelah saya jawab, akhirnya pelan-pelan dipahami meskipun belum seutuhnya.

Let we see tomorrow…