Family Project Day 10: Story Telling (Part 2) – Heiho… ketemu lagi dengan saya yang membahas family project di hari ke-10. Dan ini hari terakhir dari target minimal saya. Untuk jenis family project, saya kembali mengambil story telling karena project ini saya nilai memiliki kemajuan pesat di dalam diri Salfa.

Lewat story telling, Salfa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat (meskipun akhirnya banyak yang bilang cerewet dan seterusnya). Selalu ingin didengarkan dan pastinya menambah kosakata saat selesai mendengar sebuah kisah. Dan malam ini, Salfa berkisah seputar bagaimana dirinya yang sedang mengalami tubuh yang demam. Ya, saya pun sebenarnya kaget kenapa tiba-tiba tubuhnya demam. Padahal kami tidak pernah keluar rumah semingguan. Main di rumah kebanyakan. Kalaupun keluar rumah, hanya ke warung depan saja.

Maka setelah Ayahnya pulang dari mengurusi kerjaan cetak, Salfa bercerita. Entah darimana Salfa mulai mengambil kata. Pendahuluannya dimulai dengan kata seperti ini:

“Hai Ayah, Bunda, dengarkan Salfa ya. Mau cerita nih.” 

Mendengar kalimat awalnya saja kami sudah saling bertatapan. Dan itu menjadi tanda buat kami bahwa anak ini memang senang dengan story telling. Ya, kami berikan waktu baginya untuk bercerita. Bahkan setelah Salfa menceritakan bahwa kondisinya demam, harus minum obat dan sebagainya, kami beri waktu dia kembali untuk menceritakan yang lain selama durasi story telling masih ada.

Waktu 2 jam kebersamaan kami untuk mendengarkan Salfa bercerita. Dan itu bagi kami adalah family project yang harus dipertahankan. Meskipun setiap hari dia senang bercerita, tetapi kami menjadwalkan setiap akhir pekan saja untuk aktivitas seru ini. Ya, biasanya tiap malam minggu, kami di rumah saja. Tidak ingin ikut larut dengan hiruk-pikuk keramaian di luar sana. Padahal banyak sekali event 17-an yang dibuat oleh PemKot Surabaya. Sayangnya, kami harus memilih di rumah saja.

Berharap project ini bisa menumbuhkan semangat dan percaya diri Salfa untuk membuat akun youtuber tahun 2018 mendatang.