Family Project Day 6: Belajar bersama Ayah – Suami saya memang bukan pekerja kantoran. Pastinya bukan juga seorang PNS. Kantor suami ada di rumah. Mulai dari pagi sampai pagi lagi adalah jam kerjanya. Tetapi terkadang juga libur seharian sesuai keinginan sendiri. Lantas, apakah waktu suami menjadi banyak bersama anak dan isteri karena bekerja di rumah? Hmm… jawabannya, tidak juga! Justru melebihi pekerja kantoran yang lembur. Ya, this is the fact. 

Terkadang saya pribadi gemas sendiri melihat suami yang bekerja seperti itu. Tetapi, saya kembali lagi harus menggukan komunikasi produktif agar tidak menghasilkan pertengkaran. Memang sih kalau sudah passion dengan pekerjaan, akan sangat enjoy dilakukan bahkan tanpa terasa waktu berlalu begitu saja.

Nah, fenomena tersebut kemudian menjadikan saya untuk selalu mengingatkan bahwa ada anak bernama Salfa yang selalu membutuhkan perhatian, pendidikan dan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Salfa pun terbilang saat ini apa-apa bilang Ayah, ini itu Ayah dan ketika seperti itu terus bisa mengganggu pekerjaan suami.

Maka jadilah kami membuat family project dimana Ayah harus meluangkan waktu minimal 1 jam membersamai anak di kala jam kerja. Karena lokasinya masih di rumah juga. Suami harus memberikan pendidikan di saat bermain bersama anak. Misal saat bercanda, tidak perlu sampai tertawa terbahak-bahak. Karena selain mengganggu seisi rumah, bisa jadi mengganggu tetangga.

Suami mengajak si kecil bermain bersama meskipun sekadar bermain dengan apa yang suami bisa. Sekarang sudah banyak yang bisa dijadikan referensi dan ini membuat suami tidak akan canggung menghadapi anak.