[Fasil Story] Saatnya Kembali ke Kelas Bunda Sayang – Move On! Kalimat yang harus benar-benar kuat dipegang oleh siapa saja yang berada di level Bunda Sayang IIP Batch #3. Ya, setelah libur beberapa hari jelang lebaran, rasanya saat ini sudah waktunya untuk kembali menimba ilmu lagi. Sudah waktunya untuk kembali ke realita kehidupan keluarga. Karena liburan di kampung halaman terkadang membawa kita terbuai dengan rutinitas yang banyak bonusnya, haha.

Kelas Bunda Sayang Batch #3 setelah lebaran ini masuk kepada game ke-8 dengan tema “Cerdas Finansial”. Sangat tepat sekali karena pastinya yang namanya perempuan apalagi sudah berstatus istri dan ibu, mengatur keuangan adalah hal yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Kebetulan pula momen lebaran selalu identik dengan salam tempel dimana anak-anak kita mendapatkan amplop berisi uang.

Ya, jumlahnya pun tidak bisa diprediksi setiap tahun. Namun, bagi seorang ibu yang sudah memahami bahwa mengelola keuangan itu penting, tidak ada salahnya mengenalkan anak tentang finansial. Upaya pengenalan ini pun tidak harus langsung dengan sistem akuntansi yang ribet bin njlimet. Pelan-pelan dan pastinya disesuaikan dengan usia anak itu sendiri.

Namun, di sini saya tidak banyak membahas soal strategi mengenalkan anak agar cerdas finansial. Nanti! Ada artikel selanjutnya. Pastinya, saya berharap seluruh peserta perkuliahan, khususnya yang ada di Kelas Bunda Sayang Batch #3 wilayah IP Depok sudah kembali dari liburannya dan siap melaksanakan kewajiban lagi.

Level 8 sudah di depan mata dan siap untuk ditaklukkan. Masih tersisa 4 game lagi setelah Cerdas Finansial dilewati. Setelahnya? Akan banyak tantangan seru lainnya untuk benar-benar memantaskan diri menjadi Ibu Profesional sebagaimana yang diharapkan bersama.

Tips agar Kembali Semangat Masuk Kelas Bunda Sayang

Nah, bagi seluruh peserta perkuliahan Bunda Sayang Batch #3, berikut ada beberapa tips agar kembali semangat masuk kelas dan menjalankan rangkaian tantangan:

  • Flashback ke beberapa level sebelumnya. Apakah selama ini sudah dikerjakan dengan baik, jika ya, berarti sayang untuk kemudian bermalas-malasan di level berikutnya. Sedangkan yang mungkin kurang berusaha di level sebelumnya, coba ingat kembali niat masuk kelas Bunda Sayang dulu seperti apa. Apakah hanya sekadar ikut ramai atau memang ingin ber-metamorfosis menjadi lebih baik. Keputusannya ada di tangan kalian sendiri.
  • Saling bertegur sapa dengan sesama peserta di kelas. Jika ada hal yang kurang dipahami, tanyakan atau minta saran teman-teman dan Fasil.
  • Jika ada kendala teknis, senantiasa berkomunikasi dengan Koordinator Bulanan sebagai perpanjangan lidah dari Fasil. Insya Allah semua ada solusi jika coba diusahakan.
  • Semangat untuk wisuda bersama dengan teman seperjuangan sepertinya bisa jadi pemacu semangat. Masa iya kita harus tertinggal dan remedial sementara teman-teman yang lain sudah melesat jauh.
  • Baca ulang lagi peraturan kelas Bunda Sayang. Mungkin syarat kelulusan juga bisa menjadi alasan agar tetap menjaga semangat melalui level demi level di Bunda Sayang.
  • Lihat wajah anak-anak dan suami atau potret keluarga kita sendiri. Kita melakukan semua ini untuk mereka, bukan? Kita ingin terus memantaskan diri menjadi ibu yang kelak senantiasa didoakan oleh anak-anaknya, bukan? Kita ingin menjadi salah satu penghuni surga dengan predikat istri sholehah, bukan? Maka berjuanglah menuntut ilmu.

Hmm… memang terkesan teori karena praktek selalu saja akan mendapatkan tantangan dari berbagai sisi. Namun, bukankah Allah selalu ada untuk membantu kita? Apalagi jika ini adalah urusan kebaikan. Pastinya saya selaku Fasil harus jauh lebih semangat dibandingkan dengan peserta. Betul atau benar?