Gangguan Kesehatan Mental pada Anak, Inilah Gejala dan Jenisnya! – Dikaruniai anak memang adalah hal paling istimewa bagi pasangan suami istri. Namun, ternyata tidak semua yang kemudian mampu menjaga amanah besar tersebut dengan sbaik-baiknya hingga kemudian membentuk manusia yang sedikit membutuhkan banyak perhatian.

Alasan orang tua yang sibuk atau semisalnya memang terdengar sangat klasik. Namun, tanggung jawab setelah diberikan anak sebagai amanah dari Tuhan pastinya sangat membutuhkan usaha yang tidak main-main juga. Tumbuh kembang anak begitu sayang jika dilewatkan. Apalagi kalau sudah berurusan dengan mental anak. Ini perlu ilmu dan juga penanganan yang serius sehingga kita sebagai orang tua bisa mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental.

Gejala Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

  • Melukai diri sendiri atau orang lain tanpa rasa bersalah bahkan terlihat bangga dengan perbuatannya
  • Menangis secara tiba-tiba hingga mengurung diri dalam waktu yang lama
  • Merasakan ketakutan luar biasa, padahal sekitarnya baik-baik saja
  • Mengatakan niat bunuh diri meskipun sekadar bercanda atau mengatakannya tanpa mimik wajah
  • Merasakan kekhawatiran yang lebih sering dengan aktivitasnya setiap hari
  • Merasa tidak nyaman berada di rumah, apalagi ketika orang tua sering berselisih paham

Dan masih banyak lagi gejala lainnya yang bisa disimak dengan baik sebagai orang tua. Ketika salah satu atau mungkin lebih dari 50% gejala di atas telah dirasakan atau diperlihatkan oleh anak, jangan pernah bersikap santai. Segera benahi apa yang bisa menjadi langkah utama agar kesehatan mental pada anak bisa segera teratasi sebelum terlambat.

Jenis-Jenis Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Untuk lebih memudahkan kita sebagai orang tua dalam memahami perkembangan anak, khususnya kesehatan mental mereka, sebaiknya orang tua mengetahui dulu jenis gangguan kesehatan mental pada anak, sebagai berikut:

#1. Gangguan Kecemasan

Hal ini bisa dikatakan wajar selama anak tetap beraktivitas seperti biasa. Ketika tampak cemas itu datang, sebagai orang tua tentunya harus langsung turun tangan dengan memberikan perhatian, seperti memeluk, berada di dekatnya atau jika memungkinkan lakukan komunikasi produktif kepada anak

#2. Gangguan Proses Auditori

Gangguan ini sendiri adalah ketika anak tidak memberikan respon terhadap suara, bunyi atau musik. Hal tersebut terjadi karena ada sistem kerja otak yang tidak stabil. Biasanya gangguan ini disebut sebagai CAPD atau Central Auditory Processing Disorder. Jika memungkinkan bisa segera melakukan janji temu dengan pihak medis yang berwenang masalah ini.

#3. Gangguan Bipolar

Kalau gangguan ini berkaitan dengan mood. Ada kalanya anak tiba-tiba bersemangat sekali dalam melakukan aktivitas tetapi ada juga masanya yang malas untuk berbuat apapun dan hanya mengurung diri di kamar. Sebagai orang tua, selalu lakukan pendekatan yang maksimal.

#4. Gangguan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)

Gangguan ini merupakan gangguan kesehatan mental anak karena tidak bisa fokus pada sesuatu. Kalau ada anak yang hiperaktif ttetapi masih bisa fokus, itu tidak termasuk di sini. Jadi, bisa dibedakan ya nantinya.

#5. Gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD)

Gangguan ini membuat masalah dengan interaksi sosial anak dengan orang lain, tak hanya keluarga. Untuk itu perlu penanganan lebih serius agar semuanya tidak terlambat dan orang tua terus mendukung apapun yang dialami oleh anak.

***

Well… informasi seputar gangguan kesehatan mental bisa disimak dengan seksama lagi di situs-situs kesehatan terpercaya. Kalau saya sendiri masih lebih senang membaca sambil rebahan di situs Halodoc.

Halodoc merupakan situs kesehatan yang bisa dijadikan media referensi dalam mencari informasi seputar kesehatan. Begitu banyak artikel yang berisi informasi penting agar kita menjaga diri agar selalu stay helath. Bahkan ketika sudah sakit pun, masih ada solusi yang diberikan, salah satunya dengan fitur “Tanya Dokter”. Selain itu, ada juga informasi terkait dokter-dokter yang selama ini dikenal kompeten serta rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan perawatan.

Dan untuk kesehatan mental ini sendiri, saya senang karena Halodoc pun punya solusi dan metode pencegahan dengan minimal melihat gejala yang terjadi pada anak. So, tetap sehat ya, Cinta!