Gaya Belajar Anak Day 05: Allah Ciptakan Tubuhku – Kecintaan Salfa dengan buku sudah saya lakukan sejak masih mengandungnya. Saya masih ingat bagaimana saya kemudian sering diomeli ibu mertua dan suami karena jam 10 malam, saya masih asyik membaca buku, baik itu fiksi maupun non fiksi. Saya pun berusaha untuk mengerem kebiasaan tersebut tetapi sudah terlanjur mendarah daging karena kebiasaan yang diajarkan alm. Bapak saya sendiri.

Saya masih ingat bagaimana toko buku Gramedia menjadi satu-satunya spot menarik untuk saya ketika Mama mengajak ke mall. Dan kini saya ingin menularkan kebiasaan tersebut pada Salfa juga. Karena kebiasaan membaca tidak memberikan kerugian apa-apa.

Usia 3 tahun sudah terlihat bagaimana Salfa sudah asyik dengan sesuatu yang berbentuk buku. Saya pernah menyesal mengenalkan gadget sejak dini karena sempat tidak ingin membaca buku lagi. Tetapi, saya berusaha untuk terapi no gadget meskipun masih butuh waktu. Salah satunya dengan menambah koleksi buku yang eye catching dan cerita yang lebih bervariasi.

Maka saya menemukan buku yang berjudul “Allah Ciptakan Tubuhku”. Dengan buku ini, saya berharap Salfa jadi tahu sejak dini dengan siapa Tuhannya dan bagaimana dia diciptakan. Berat banget nih ajarannya… (ini kalimat tetangga yang melihat buku Salfa yang katanya terlalu tinggi untuk usianya). Namun, bagi saya perkembangan Salfa yang cepat juga harus mendapat stimulasi yang tepat.

Berikut hasil pengamatan belajar Salfa dengan buku tersebut:

Terlihat bahwa Salfa tertarik dengan gambar, warna serta cerita yang ada di dalam buku. Meskipun saat membacakan bukunya, Salfa tetap bergerak, entah itu menunjukkan benda sesuai yang ada di buku. Seperti gambar mata, maka dengan spontan dia menunjuk matanya sendiri sambil berkata:

“Ooo… jadi Allah yang kasih mata ke Salfa ya, Nda?” 

“Dulu Salfa di perut Bunda kan?”

“Adek bayi lucu kayak Salfa ya, Nda.”

“Nda, itu paru-paru ada di sini.” sambil menunjuk ke dadanya.

Dan masih banyak lagi kalimatnya. Pastinya saya tahu, bahwa dia senang belajar tentang dirinya sendiri meskipun titik konsentrasinya hanya 3 menit. Ya iyalah, usianya juga baru 3 tahun, kok. Hehe…

Besok belajar apa lagi ya?!