Gaya Belajar Anak Day 08: Antri Dong! – Beberapa hari kemarin Salfa sudah mengeluh karena rambutnya bagian depan sudah mulai panjang. Maka hari ini saya baru membawanya ke salon di dekat rumah. Jaraknya pun lumayan dekat, bisa jalan kaki tetapi karena terik matahari yang menyengat, saya minta tolong abang becak depan rumah untuk mengantarkan ke salon yang saya maksud.

Setelah sampai di salon, saya dan Salfa kaget karena di dalam banyak sekali orang yang sedang di-treatment. Ada yang sedang creambath, mewarnai rambut bahkan ada juga yang sekadar gunting rambut dan ngobrol dengan karyawan salon. Dan melihat semua itu membuat saya berprasangka baik akan dilayani dengan cepat.

Namun, sudah hampir satu jam menunggu, karyawan masih belum juga memanggil. Salfa yang aslinya nggak bisa diam jadinya kesana-kemari dan khawatir terkena rambut-rambut hasil potongan customer. Maka saya pun menanyakan ke salah satu karyawan apakah masih lama melayani kami atau bagaimana. Jawabannya kami disuruh sabar.

Nah, tidak lama kemudian ada yang baru datang seorang perempuan yang berwajah oriental masuk dan dengan akrabnya menyapa seluruh karyawan. Bagi saya itu biasa saja awalnya. Eh, nggak lama kemudian, si perempuan tadi langsung dilayani. Saya pun keberatan ke karyawan:

“Mbak, saya datang lebih dahulu dibanding ibu itu. Kok dilayani duluan? Saya sudah hampir sejam lho.” tuturku tanpa jeda.

Karyawan pun menjengkelkan. Hanya diam tetapi tetap menangani perempuan tersebut. Saya pun sudah nggak enak dan langsung ajak Salfa pulang. Dan saya spontan dibuat kaget sama Salfa saat beranjak ke pintu, si Salfa ngomong begini:

“Nda, itu orangnya nggak mau antri ya?” seketika membuat semua mata memandang ke Salfa.

“Iya, Fa. Kita udah lama nunggu tetapi nggak dilayani.”

“Lho, nggak mau antri itu jelek kan, Nda?” polosnya nanya seperti ini padahal didengar semua orang.

“Iya, Nduk.”

Saya pun memegang tangannya untuk segera beralih dari salon itu. Ya, Salfa hari ini belajar bagaimana seseorang harusnya antri dan harus bersikap sebagaimana orang yang menunggu giliran dilayani.