Gaya Belajar Anak Day 09: Seharian Bersama Tante – Hari ini saya sedang ada workshop Talent Mapping di sebuah hotel di Surabaya. Bahagianya karena saya benar-benar sudah menanti masa ini dan dipertemukan jalan dari Allah pada hari yang bahagia ini. Dan pastinya, si kecil Salfa harus ikut bersama saya.

Sayangnya, ketika membawa anak untuk sebuah workshop, saya jadi yakin akan susah fokus karena melihat perilaku anak di dalam ruangan. Untuk itu saya cari cara bagaimana Salfa bisa tetap bersama saya di lokasi tersebut tetapi tidak mengganggu konsentrasi saya. Maka beruntung sekali saya mengenal orang hebat yang mau menjaga Salfa dari jam 10 pagi.

Mengapa saya bilang hebat? Karena Salfa akan “menguras” energi siapapun yang berada di dekatnya dengan keaktivan yang dimiliki. Dan beruntung saya mengenal orang yang mau menerima tantangan itu. Thanks Miss Alvin, hehe.

Lalu, Salfa belajar apa di sini? Banyak!

Selama bersama penjaganya, Salfa jadi belajar bagaimana bisa membawa diri ketika tak ada bunda dan ayahnya. Selain itu, Salfa juga belajar bagaimana mendengar perintah, nasehat ataupun cerita dari yang menjaganya. Otomatis, ketiga gaya belajar berfungsi di sini. Bahkan setelah sampai di rumah, Salfa bisa mengemukakan kisahnya selama bersama dengan orang lain selain saya.

Melihat kiriman suara dan video dari yang menjaga, Salfa terlihat enjoy bahkan bisa mengekplor lebih dalam potensinya. Mulai dari bagaimana dia selama ini diberitahu bahwa pelangi ciptaan Allah dan sosis itu rasanya “maknyos”. Ternyata hal sepele seperti ini menjadi sesuatu yang direkam dalam otaknya. Jadi, Salfa selama ini merekam pernyataan bahwa pelangi itu ciptaan Allah.

Bagaimana dengan yang lainnya? Masih banyak. Bagaimana Salfa belajar bernegosiasi dengan orang lain pun jadi input data buat saya bahwa setiap stimulus yang diberikan, sedikit banyaknya melekat.