Gaya Belajar Anak Day 13: Mengenal Emosi – Usia 3 tahun memang sudah bisa menunjukkan bagaimana mengemukakan perasaannya. Namun, tidak semua sudah mengetahui betul bahwa itu adalah ekspresi yang dinamakan “sedih, senang, terkejut, marah atau lainnya”. Ada anak yang hanya tiba-tiba menangis, teriak bahkan melakukan gerakan tubuh yang mengekspresikan dirinya kecewa akan sesuatu.

Tetapi, bukan berarti bahwa tidak bisa diajarkan sejak dini. Usia 3 tahun justru menjadi usia pra-sekolah yang baik dikenalkan dengan jenis-jenis emosi yang setiap hari bisa saja dialaminya. Baik itu dari buku, cerita atau dari orangtua sendiri yang menampakkan macam-macam emosi yang ada. Dan Salfa akhirnya sedikit demi sedikit sudah paham. Bahkan tadi sempat ada waktu saya tidak mengajaknya main, maka seketika Salfa akan masuk ke kamar dan duduk di pojokan lemari sambil menunduk dengan air mata berlinang.

Saat saya tanya:

“Salfa kenapa, Nak?”

“Salfa sedih.” huhuhu suara tangisnya pecah.

“Sedih kenapa?”

“Bunda tidak mau main sama Salfa. Salfa kan sendirian.” sambil mengusap-usap air matanya dengan suara tangisan yang makin terdengar keras.

“Oalah… maafkan Bunda. Ini lagi urusin kerjaan bentar, Nak. Kan Bunda tadi minta Salfa ajak main bonekanya dulu.”

“Salfa takut, Bunda. Di dalam tidak ada yang temenin.”

“Oh gitu. Sudah… sudah… ayo kita main.”

“Asiiik… Salfa senang, Bunda.”

Seketika dalam percakapan kami ada banyak ungkapan ekspresi yang dilontarkan. Hal ini karena Salfa selama ini melihat bagaimana sikap ibunya ketika sedih dan senang. Ditambah lagi habis membaca buku yang berbicara soal emosi. Maka gaya belajarnya yang visual dan kinestetik berfungsi di sini.