Ikterus atau bayi kuning adalah salah satu ujian saya yang baru menjadi bunda. Salfa, my baby girl, harus menjalani fototerapi selama 1 x 24 jam di rumah sakit. Kuning yang terjadi dalam tubuh Salfa sudah sampai pada kaki dan memang poin bilirubin Salfa tinggi (10,8 dari rentang aman yaitu 5-10 saja) setelah cek darah di laboratorium. Jika saja tidak sampai ke kaki dan ASI saya sudah mengalir deras, mungkin tidak akan ada fototerapi 😀 Mau tidak mau harus mengikuti saran dokter agar Salfa disinar.

***

Ikterus neonatorum terjadi karena fungsi hati yang belum bekerja normal dalam tubuh bayi. Namun, jika diberikan ASI sesering mungkin dan melakukan penyinaran alami di bawah sinar matahari, ikterus tidak akan mengkhawatirkan (jika ikterus yang dimaksud merupakan jenis ikterus fisiologi). Beda halnya dengan ikterus patologi yaitu kuning karena penyakit, maka harus ada penanganan yang lebih kompleks lagi selain penyinaran.

***

Pukul 09.00 WIB, Salfa sudah mendapatkan perlakuan medis oleh suster yang bekerja di RS. Pelengkap Medical Center, Jombang Jawa Timur. Salfa harus diletakkan dalam boks bayi dan di atasnya diberikan sinar biru (blue light therapy). Salfa hanya mengenakan popok dan matanya ditutup dengan kain berwarna hitam. Melihat hal itu rasanya tubuh ini lemah dan sedih. Yah, lemah karena jahitan bekas SC masih sangat terasa.

Ikterus, Ujian Baru Pasca Melahirkan

Salfa di Ruang Fototerapi

Sedih karena bayi sekecil Salfa (usianya baru 6 hari) sudah harus mendapatkan perlakuan medis seperti itu. Meskipun dokter dan suster seringkali mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa karena bayi hanya disinar agar bilirubinnya turun. Selain itu, saya tidak bisa dekat dengan Salfa selama 24 jam apalagi jika waktu minum ASI sudah tiba.

Karena tak ingin melihat Salfa tersentuh sufor (susu formula), maka dengan sekuat tenaga ASIP harus tersedia dan sebagian dititipkan pada suster. ASIP dititipkan karena di atas pukul 00.00 WIB, ruang fototerapi tertutup untuk siapa saja (kecuali suster dan dokter).

1 x 24 jam rasanya berlalu sangat lambat. Tetapi saya yakin Salfa baik-baik saja karena dia anak kuat dan pintar. Iya kan, Nak?! 😀

Tetap Tidur Nyenyak

Tetap Tidur Nyenyak