Keluarga Multimedia Day 04: Ajak Anak Mengeja Bahasa Inggris dengan Endless Spelling Bee – Saya masih ingat betul ada yang pernah mengatakan bahwa tindakan saya mengajak anak berbahasa Inggris terlalu ceroboh. Menurut beliau, saya harus tuntas terlebih dahulu dalam mengenalkan bahasa Ibu kepada si kecil. Khawatir kemudian terjadi bingung bahasa ketika memaksakan pengenalan bahasa asing kepada anak sejak dini.

Kemudian saya pun mengatakan untuk menanggapi hal tersebut dengan kalimat: “Bagaimana kalau si anak sendiri yang mau? Apakah saya sebagai orang tua kemudian dengan mudahnya mengatakan TIDAK BOLEH?” 

Prinsip saya, selama yang meminta adalah si kecil, maka saya berikan peluang tersebut. Bukan MEMAKSA-nya sehingga kemudian menjadikannya mengalami gangguan tumbuh kembang. Ada banyak cara juga untuk kemudian mengimbangi keinginan anak untuk mengenal bahasa lain. Salah satunya adalah memanfaatkan teknologi digital saat ini. Sehingga si kecil tidak melulu dihadapkan dengan permainan gadget tetapi juga ada sisi pembelajaran di dalamnya.

Namun, sekali lagi bahwa persepsi setiap orang tua berbeda dengan gadget. Ada yang sama sekali menjauhkan anak-anaknya dengan alasan belum waktunya, takut kecanduan dan sebagainya. Tetapi bukan berarti men-judge orang tua yang mengenalkan gadget sejak dini. Karena kebutuhan akan gadget dari setiap individu akan berbeda, bergantung pada aktivitas dan lingkungan di sekitarnya.

Contohnya saya sendiri. Pekerjaan sebagai freelancer dan suami di bidang internet marketing, yaa tidak mungkinlah Salfa kemudian tidak melihat saya dengan gadget. Beruntung karena mengenal komunitas-komunitas positif di bidang parenting sehingga mampu memberikan pemahaman dan alur penggunaan gadget yang disesuaikan ke hal positif.

Aplikasi Endless Spelling Bee

Saat ini sudah banyak bertebaran aplikasi mengenalkan bahasa asing kepada anak. Seperti yang dilakukan alm. Bapak saya dulu, mengenalkan bahasa Inggris bisa dengan mengeja atau spelling. Nah, dari aktivitas ini kemudian pengetahuan plus hafalan tentang huruf alfabet versi Indonesia-Inggris menjadi semakin mahir. Nah, beruntung karena Salfa juga tertarik untuk diajak mengenal metode belajar seperti ini.

Aplikasinya pun ringan untuk kelas ponsel kalangan saya sebagai ibu rumah tangga yang merangkap freelancer di dunia maya. Kalau merasa aplikasi ini berat, biasanya saya uninstall dulu kemudian unduh kembali sesuai kebutuhan. Pastinya, warna yang full color membuat anak senang dan tertarik.

Aplikasi ini masih berstatus gratis alias free. Jadi tidak perlu khawatir untuk melakukan pembayaran rutin untuk menggunakan aplikasi ini dalam jangka waktu yang panjang.

Pengalaman Memakai Endless Spelling Bee

Untuk anak seusia Salfa, diberikan metode pembelajaran seperti ini sangat membuatnya bahagia. Bahkan bisa dengan mudah memahami karena memang dibuat sangat kids friendly. Hanya saja ada beberapa gambar yang membuat Salfa bingung karena belum pernah dilihatnya. Beruntung karena bentuk gambar tidak selalu harus sesuai dengan bahasa Inggris gambar tetapi kepada warnanya.

Sejauh ini Salfa masih terbata-bata ketika melakukan spelling dari kata-kata bahasa Inggris. Namun, untuk bercakap atau menyebutkan kata demi kata dalam bahasa Inggris, sejauh ini sudah mahir sebelum mengenalkan aplikasi satu ini.

Yang membuat seru aplikasi ini adalah anak-anak dipacu dengan waktu. Jadi, selain harus mahir mengetahui huruf demi huruf dari sebuah benda yang digambarkan pada kotak, ada waktu yang terus berjalan sehingga ini juga melatih strategi anak dalam bergerak.

***

Nah, kalau teman-teman sendiri mengenalkan anak dengan bahasa Inggris melalui apa saja? Share yuk!