Keluarga Multimedia Day 06: iTranslate, Berkomunikasi Multi Bahasa dengan Mudah – Bahasa saat ini menjadi sesuatu yang penting untuk diketahui bahkan dikuasai. Khususnya bahasa-bahasa asing dari negara yang saat ini memiliki peranan penting bahkan perkembangan dalam pembangunannya.

Menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris memang sangat perlu. Jangan sampai menyesal ketika bahasa asing ini terlambat untuk diketahui. Sebab, zaman serba digital otomatis membutuhkan bahasa Inggris sebagai bahasa operasional. Dan bagaimana jika kemudian kita sudah “terlalu tua” untuk belajar multi bahasa?

Sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya bahwa zaman digital membutuhkan skill bahasa yang mumpuni. Minimal banget menguasai bahasa Inggris, baik aktif maupun pasif. Jika belum, belajar sekarang. Zaman digital ternyata mempermudah kita untuk “menggapai dunia” dengan bahasa. Salah satunya adalah dengan hadirnya ragam aplikasi bahasa yang dengan mudah diakses via ponsel.

Salah satu aplikasi belajar multi bahasa yang sedang trending topic saat ini adalah aplikasi iTranslate. Tadinya hanya pengguna iPhone saja yang bisa namun saat ini pengguna Android tidak akan ketinggalan. Belajar multi bahasa hanya dengan mengetikkan kalimat atau sekadar mengucapkannya saja.

Beruntungnya aplikasi ini bisa dicoba versi trial namun setelahnya silakan untuk mempertimbangkan agar langganan versi premium. Dan bagi saya harga bukan jadi masalah. Friendly or not adalah concern saya dalam memutuskan untuk upgrade aplikasi ke status premium. Yuk, kita lihat lebih jauh lagi mengenai aplikasi ini!

Aplikasi iTranslate 

Menggunakan aplikasi ini memang bisa dilakukan dengan free. Namun sebagaimana yang kita ketahui bahwa aplikasi yang gratis biasanya akan mudah diserang reklame, lambat loading bahkan keterbatasan akses untuk beberapa fitur. Demikian pula dengan iTranslate ini. Ada zona dimana kita tidak akan mendapatkan akses ketika tidak meng-upgrade-nya ke Premium.

Sejauh ini, iTranslate membantu saya untuk sedikit memahami bahasa Tagalog dan Korea meskipun susah untuk mengikuti dialeknya. Yaa lidah saya ndeso makanya cuma tahu bahasa Bugis dan Jawa, hehe.

Ada 101 bahasa yang bisa kita cek di sini. Jadi, ketika meng-install aplikasi ini dan berada di luar Indonesia, bisa dipastikan kita tidak akan tersesat. Bahkan kita bisa juga meng-input bahasa yang baru kita dengar untuk mendeteksi asal bahasa tersebut. Seru, bukan?

Karena ada masa free trial selama 7 hari, maka manfaatkan untuk mengulik lebih dalam lagi soal aplikasi iTranslate ini dengan baik.

Contoh Penggunaan iTranslate 

Berikut adalah contoh penggunaan iTranslate untuk bahasa Tagalog (Filipina) dan Korea. Beruntungnya karena kita bisa tahu bagaimana pengucapan kalimat bahasa lain. Seperti Korea di bawah ini:

Ketika sudah mendapatkan bahasa Korea plus dengan tulisan Hangeul, maka kita bisa mendengarkan bagaimana pengucapannya. Hmm… di sini terkadang lucu karena orang Korea ketika bicara termasuk cepat. Maka jadilah perlu mengulang-ulang menekan simbol mikrofon untuk mendengarkannya.

Kalau untuk bahasa Tagalog sendiri tidak diberikan fitur mikrofon karena sejauh ini tulisan latin dan pengucapannya hampir sama.

***

Well… masih merasa minder tidak bahasa asing? Pakai iTranslate saja supaya nggak minder lagi, hehe…