Lakukan 7 Hal Ini Agar Anak Selalu Dekat – Hubungan orang tua dengan anak, khususnya ibu dan anak, bukanlah hubungan sementara. Darah yang mengalir di tubuh anak, sedikit banyaknya membawa genitas ibunya. Wajar jika ada anak yang sangat mirip dengan ibunya dan ada yang tidak. Hal tersebut tergantung seberapa dominan di dalam tubuh.

Namun, tidak sedikit hubungan antara ibu dan anak menjadi renggang karena pola asuh yang boleh jadi sangat membebankan anak. Mungkin juga kita sebagai ibu kurang memahami fitrah anak sehingga menjadikan anak object yang harus tunduk patuh pada aturan mainstream yang kita buat.

Memang tidak salah ketika ibu besifat tegas (bukan keras) karena itu menjadi role model anak. Ibu adalah madrasatul ‘ula, bukan? Jadi pendidik paling utama bagi anak sejak masih dalam kandungan. Sudah seharusnya memperlihatkan contoh sikap dan sifat yang baik.

Nah, berikut 7 hal yang bisa membuat anak selalu dekat dengan Ibu:

Bangun Komunikasi Produktif

Saya sendiri bukanlah ibu yang pandai berkata-kata puitis dengan tujuan membuat anak terenyuh dan senantiasa tersanjung dengan ibunya. Saya dididik dari keluarga yang keras dari segi kata dan perilaku. Jika salah, tidak perlu menunggu waktu lama maka anggota tubuh akan merasakan sakit karena dihajar dan dimaki sebagai “hadiah”nya. Kekesalan masa lalu ternyata berdampak nyata mengenai komunikasi saya dengan keluarga yang kurang baik. Hasilnya, saya hanya bisa berkomunikasi tanpa berhadapan langsung (biasanya menulis surat atau telepon).

Selalu Berdialog

Fenomena yang saya alami ternyata menjadi inner child dalam diri saya sehingga saat sekarang menjadi ibu, saya tidak ingin menularkannya kepada anak saya. Salah satu jalan untuk menepis hal tersebut adalah dengan membangun komunikasi produktif. Adanya komunikasi semacam ini, ternyata memberikan dampak positif lain dari anak ke ibunya, anak menjadi lebih dekat.

Rutin Telepon Nenek

Menjalani kehidupan rumah tangga yang jauh dari keluarga besar saya, membuat anak juga semakin merasakan kehidupan yang terbingkai hanya “ayah-ibu-anak”. Padahal masih banyak anggota keluarga lain, seperti nenek, kakek, om, tante dan juga saudara lainnya. Nah, dengan rutin menghubungi keluarga, khususnya mama (nenek anak saya), maka anak bisa merasakan bahwa ibunya meskipun sudah terpisah jarak dan waktu, tetap menjalin hubungan baik.

Buat Fun Family Project

Setiap anak memiliki bakat dan minat yang tidak bisa dipaksakan oleh orang tua. Salah satu jalan untuk mengasahnya adalah dengan mengadakan family project yang fun. Bisa disesuaikan dengan usia anak. Nah, contoh yang saya sudah saya lakukan dengan anak saya adalah membuat Pohon Literasi Digital berdasarkan buku yang dibaca.

Pohon Literasi Salfa selama 17 Hari

Bacakan Buku

Karena usia anak saya masih balita, maka aktivitas paling seru dan memang selalu ditunggu olehnya adalah saat dibacakan buku. Beruntung karena kebiasaan positif satu ini berhasil saya tularkan, sehingga tidak merasa berat bagi saya untuk mengeluarkan dana berlebih hanya untuk buku-buku bermanfaat. Dari membaca buku, anak saya kemudian belajar kosakata baru bahkan tidak segan-segan mengikuti mimik dan gaya saya saat membacakannya buku.

Reading time is always missed every day. Saat menjelang tidur bahkan saat bangun pagi, anak selalu ingat akan buku.

Ajak ke Berpetualang Sederhana

Bosan berada di rumah, momen kedekatan bersama anak bisa dibangun juga di luar rumah. Bermain di taman adalah aktivitas yang paling menyenangkan. Tidak hanya bermain di arena playground yang disediakan, tetapi juga bisa sambal membangun bonding dengan anak ketika anak bertanya tentang tanaman apa saja yang ada di sekelilingnya. Bisa juga mengajaknya berpetualang sederhana mengelilingi sungai di sekitar.

Ajak Berbelanja

Karena di rumah tidak ada ART, maka seluruh kebutuhan kami sehari-hari tetap saya yang menyiapkan. Salah satunya adalah berbelanja keperluan bulanan. Nah, karena tidak ada yang bisa saya titipkan anak di rumah, maka setiap kali berbelanja, anak saya ikut.

Dengan mengajak berbelanja, anak menjadi tahu kebiasaan produk yang dibelanjakan oleh saya, ibunya. Tidak hanya itu, anak juga bertambah wawasannya soal profesi kasir, pelayan toko bahkan suasana toko saat ramai pengunjung dan sebaliknya. Dari situ, anak akan merasakan betapa ibunya sungguh melakukan banyak hal untuk keluarga.

Berikan Tempra Saat Demam

Ketika anak sehat, ada masanya anak sibuk dengan mainannya sendiri. Keberadaan kita terkadang dijadikan sebagai pelengkap apalagi jika sudah bertemu teman-temannya. Namun, ketika anak sakit demam, ibu menjadi orang pertama yang akan dicari. Kehangatan ibu saat merawat, menemani dan membantu anak saat sakit adalah momen untuk menjaga kedekatan ibu-anak.

Tempra Syrup

Senantiasa berkata lembut, mengusap ubun-ubun, mencium kening, memeluk bahkan menggendongnya jika perlu, adalah bentuk-bentuk perhatian yang kelak akan dirindukan anak. Dan ketika anak demam, saya selalu sedia Tempra Syrup. Karena Tempra ini aman di lambung jika diberikan dengan dosis tepat. Saya tidak perlu khawatir akan menimbulkan over dosis atau bahkan kurang dosis. Selain itu, saat akan meminumkan Tempra tidak perlu dikocok lama karena larut 100%.

***

 

Well… itulah 7 hal yang bisa membuat anak selalu dekat dengan Ibu sebagaimana yang saya lakukan selama ini. Usia balita adalah masa emasnya untuk mendapatkan segala bentuk perhatian dan cinta dari seorang Ibu. Karena waktu tidak dapat kembali. Kelak anak akan menjadi hal yang paling ditanyakan oleh Tuhan di kemudian hari. Sudah siapkah menghadapi?

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra