Langkah Menuju Bunda Produktif – Jika artikel beberapa pekan lalu sangat menguras tenaga berpikir, maka kali ini sedikit lebih santai, namun tetap serius. Hal ini dikarenakan karena saya akan membahas seputar langkah menuju Bunda Produktif.

Langkah Menuju Bunda Produktif

Sebelum menjadi Bunda Produktif, ternyata banyak hal yang harus dibenahi dari dalam diri kita masing-masing. Salah satunya adalah mengetahui sejauh mana kekuatan dan kelemahan diri sehingga bisa menentukan langkah yang harus diambil atau mungkin dibenahi. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memutuskan sesuatu, khususnya yang berkaitan dengan masa depan keluarga, salah satunya adalah masa depan generasi.

Nah, saya sudah melakukan tes ST30 (Strength Typology) untuk mengenal kekuatan dan kelemahan diri. Hasilnya pun sungguh mencengangkan, namun kemudian baru tersadarkan bahwa selama ini sedikit salah dalam menentukan jenjang pendidikan yang dijalani dulu. Namun, bukan berarti kemudian meratapi dan menyesal. Justru saatnya sekarang untuk menjadikan hasil tes yang menunjukkan kekuatan sebagai senjata untuk mencetak generasi handal dan mengatur rumah tangga agar tetap berjalan sesuai koridornya. Sedangkan kelemahan yang dihasilkan dari tes tersebut, harus disiasati sedemikian rupa agar tidak menghalangi kekuatan yang ada.

Berikut hasil tes ST30 yang sudah saya jalani:

Hasil Tes Temu Bakat

Hasil Tes ST30

Dari hasil tersebut di atas terlihat bahwa Strength Cluster sebanyak 29% adalah Headman dan Networking. Maksudnya adalah, kekuatan saya terletak pada kemampuan untuk menjadi seorang Ambassador dan Communicator. Sedangkan kelemahan saya adalah sebagai Administrator. Kemudian apa maksudnya dari hasil tes ini? Yuk, kita simak penjelasannya berikut:

Ambassador

Terlihat bahwa kekuatan Ambassador berarti seseorang tersebut memiliki sifat yang senang bersahabat, melayani dan bertanggung jawab. Apakah ini benar-benar kekuatan saya? Sepertinya memang iya. Selama ini saya paling mudah mendapatkan teman karena saya senang berkenalan dengan teman dan hal baru. Selain itu, saya akan senang sekali dalam bekerja ketika ada hal yang didelegasikan kepada saya sebagai satu-satunya wakil. Rasa tanggung jawab saya akan muncul lebih kuat ketika berada di posisi tersebut, yakni sebagai Ambassador.

Administrator

Bertolak belakang dengan kekuatan, maka kelemahan saya adalah tidak mampu teratur, rapih dan merencanakan segala sesuatu. Faktanya memang demikian. Saya tidak bisa mengikuti pola aturan yang saklek karena lebih senang yang fleksibel. Seringkali pula apa yang saya rencanakan bisa tiba-tiba berubah karena  dating dari faktor eksternal maupun internal diri saya sendiri. That’s why saya saat ini harus berupaya menyiasati agar kelemahan ini tidak merusak perjalanan saya untuk menjalani langkah demi langkah sebagai Ibu yang Produktif.

Jadi, saya senang sekali bisa menemukan kekuatan dan kelemahan dengan mengikuti tes ST30 di www.temubakat.com. Jika ibu-ibu, khususnya yang membaca tulisan saya ini, ingin mencoba mengetahui kekuatan yang ada di dalam diri agar bisa lebih produktif, just try it now… dan selamat fokus pada kekuatan dengan menyiasati kelemahan.

Oiya, sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin berbagi kuadran aktivitas saya sehari-hari yang boleh jadi ada kemiripan dengan ibu-ibu di seluruh penjuru dunia. Siapa tahu kemudian kita bisa sharing satu sama lain.

Kuadran Aktivitas

Kuadran Aktivitas