Bahagia yang Tak Terhingga. Rasa yang menyelimuti seluruh relung jiwa ketika usia Salfa saat ini menginjak 6 bulan. Tak pernah menyangka sebelumnya bahwa saya ternyata bisa “mengurus” bayi sampai usia yang boleh dibilang tidak lama ini. Maklum saja, waktu masih gadis dulu, melihat Ibu yang begitu repot dengan adik bungsu saja, saya sudah tidak bisa membayangkan bagaimana jika saya berada di posisinya.

Waktu terus berjalan dan saya pun “harus” mengalami hal serupa. Karunia berupa anak memang luar biasa. Tidak ada yang bisa menggantikannya dengan apapun. Sekalipun semua harta koruptor disatukan, tetap saja tidak mampu membayarnya… *uppsss bawa-bawa koruptor 😀

Hari ini, 16 Januari 2015, Salfa sudah memasuki usia 6 bulan. Waktu yang menyatakan bahwa saya sudah berhasil memberikannya ASI secara eksklusif selama 6 bulan lamanya. Air mata tanpa sadar mengalir. Mungkin sebagian Ibu di luar sana akan mengatakan kalau saya ini lebay. Tak mengapa, sebab yang paling merasakan bahagia itu yaa diri kita sendiri pastinya.

Sertifikat S1 ASI Salfa

Ibu mana yang tak bahagia jika telah sukses memberikan ASI Eksklusif pada anaknya? Banyak kisah dari teman-teman saya yang juga berjuang untuk ASI Eksklusif. Mungkin perjuangan saya belum seberapa, tetapi justru ini adalah catatan sejarah dalam kehidupan saya dan anak saya.

Apalagi ketika hari-hari pertama pasca melahirkan, ASI saya tidak terlalu banyak. Ada rasa kasihan melihat si kecil menangis karena meminta minum lagi dan lagi. Dengan keadaan itu, saya menjadi semangat untuk terus berusaha agar ASI menjadi banyak dan lancar. Dan beruntung, suami saya dengan sekuat tenaga mendukung saya sepenuhnya untuk tetap memberikan ASI pada Salfa, buah hati kami.

Belum lagi tantangan datang dari Ibu kandung dan Ibu mertua. Mereka meminta agar saya mencampur asupan si kecil dengan sufor (susu formula). Mereka “tidak tega” melihat si kecil yang “daya minumnya” kuat tetapi ASI saya belum mampu mengimbanginya. Namun, dengan langkah mantap saya dan suami mengatakan tetap berusaha memberi ASI Eksklusif sampai waktu yang seharusnya. Kadang harus menangis ketika mendengar celoteh mereka yang ujung-ujung menganggap saya dan suami sebagai “orang tua tega” karena tidak memberi sufor pada si kecil sebagai tambahan ASI.

Dan hari ini semua “terbayar”. Salfa lulus ASI Eksklusif sampai 6 bulan. Berat badannya pun tetap naik dan normal menurut bidan dan dokter yang menangani Salfa selama ini. So, keep fighting for ASI selagi masih memiliki kemampuan untuk itu. Masih harus mengejar lagi hingga usia 2 tahun ^_^