Melatih Anak Cerdas Finansial (Day 10): Boneka Sudah Banyak di Rumah – Hari ini saya mengajak Salfa ikut di acara launching buku salah satu penulis yang berprofesi sebagai dokter. Di situ, saya melihat Salfa senang karena bisa “cuci mata” pernak-pernik cantik di toko buku. Dan di sinilah saya kemudian menjadikan momen untuk melatihnya cerdas finansial.

Sebelum acara mulai, Salfa berkeliling di sekitaran toko buku. Maka sampailah dia pada tempat dimana yang dipajang adalah tas berbentuk lucu dan warna-warni yang ukurannya besar. Salfa sudah mulai melirik saya namun saya pura-pura sibuk mengamati buku yang menjadi incaran saya. Lalu dia pun bertingkah lagi dengan bergerak lebih banyak. Tetap saja saya posisi pura-pura.

Karena merasa tidak diperhatikan, dia lalu bilang: “Bunda, kalau ulang tahun boleh beli ini?”

Saya pun jawab dengan santai, kita lihat nanti ya. Kalau Allah kasih rezeki yang cukup untuk membeli, yaa kita beli.”

“Kapan Salfa ulang tahun?”

“Masih bulan Juli.”

“Sekarang bulan apa?”

“Februari.”

“Ooo baeklah.”

Lalu dia pun mulai mengalihkan perhatian. Kemudian sampai pada spot pajangan boneka.

“Bunda, Salfa nggak mau beli ini kok.”

“Lho, kenapa?”

“Boneka di rumah Salfa sudah banyak. Kalau beli lagi, rumahnya nanti nggak cukup. Kena banjir.”

Ya Allah… Salfa bicara seperti itu didengar oleh dua pengunjung yang sedang berdiri di sekitar area boneka. Saya kemudian ada rasa tidak enak karena kok ya Salfa seperti menceritakan kondisi rumah kontrakan kami. Padahal baru saja baper saya selesai saat diskusi dengan salah satu teman di IIP soal rezeki, eh kok Salfa malah semacam mengulangi dan mengingatkan.

“Salfa pinter deh. Bonekanya di rumah masih perlu diajak main sama Salfa.”

“Iya ya, Nda.”

***

Setidaknya saya sudah melihat bagaimana Salfa yang sudah sedikit mampu menahan keinginan semata. Berharap seperti itu terus, namun namanya anak-anak lagi-lagi masih proses bertumbuh dan berkembang.