Melatih Anak Cerdas Finansial (Day 13): Nabung di Pegadaian – Hari ini saya dibantu Salfa untuk mengumpulkan koin. Semua koin yang terkumpul, dipisahkan sesuai dengan nilai nominal mata uangnya. Yang nominal 500 disusun sebanyak 10 keping lalu disatukan dengan lakban bening. Tujuannya agar mudah menghitungnya. Nah, Salfa pun antusias menggunting lakban dan menyusun koin.

Setelah hampir semua koin disatukan, Salfa pun bertanya untuk apa saya melakukan hal tersebut. Jawab saya sangat singkat, “Untuk ditabung ke Pegadaian.” Namanya bukan Salfa jika hanya puas dengan satu jawaban.

“Pegadaian apa, Bunda?”

“Oh itu lho yang didekat lorong masuk tempat teman-temannya Salfa ngaji.”

“Ooo…”

Saya pikir semua terhenti di situ saja, tetapi nyatanya belum.

“Bunda, kenapa uangnya kok ditabung?”

“Supaya nanti bisa dipakai untuk sekolahnya Salfa.”

“Lho, Salfa kan sudah kecil.” Sudah kecil di sini maksudnya adalah sudah besar, namun Salfa masih sering terbalik mengucapkannya.

“Iya kan Salfa semakin besar. Jadi nanti akan butuh banyak biaya.”

“Ooo…”

***

Setelah terkumpul, saya ajak ke Pegadaian. Namun di sana Salfa marah dan nangis karena uang koinnya diberikan kepada pegawai Pegadaian. Disangkanya uangnya diambil dan tidak akan dikembalikan.

“Lhooo itu uang Salfa, Ndaaa. Kenapa diambil sama tante?”

“Fa, ini tidak diambil. Disimpan sama tante. Nanti kalau sudah banyak baru dikasih ke Salfa.”

Salfa lalu diam pelan-pelan. Diam karena sepertinya ada rasa takut dengan satpam yang tiba-tiba mendekati kami karena disangka melakukan keributan.

“Tidak apa-apa, Dek. Uangnya ditabung dulu di sini ya.” Ucap satpam yang ternyata punya suara yang tidak tajam sehingga Salfa tidak semakin takut.

“Nah tuh. Uangnya ditabung.” Jelas saya lagi.

***

Salfa mungkin hari ini belum paham akan arti uang yang disimpan di Pegadaian. Tetapi suatu saat dia akan paham mengapa orang tuanya bekerja keras untuk masa depannya.