Melatih Anak Cerdas Finansial (Day 3): Uang Bukan untuk Dibuang – Alhamdulillah hari ini Salfa sembuh dari demam. Ya, mungkin karena demamnya hanya karena selesai mengikuti imunisasi vaksin Difteri. Sikap manjanya pun sudah bisa dikendalikan karena hari ini Salfa belajar bersama orang baru (mbak yang menjaganya saat saya sedang belajar). Hari ini saya sedang mengikuti program belajar bisnis dari RB Bisnis IIP Surabaya. Dan Salfa harus sejenak tidak saya pegang full selama saya belajar.

Saat mengajak Salfa keluar hari ini, ada sedikit yang membuat saya sedikit bertanya dalam hati. Kejadian di ruangan tempat saya belajar itu akhirnya mengajak saya untuk memberikan sedikit pemahaman tentang uang lagi pada Salfa. Tadinya saya pikir, hari ini saya akan bolos mengikuti game, tetapi Tuhan lagi-lagi memberikan petunjuk sehingga ada hal yang bisa saya angkat untuk dibahas.

Jadi ceritanya, Salfa memegang uang hasil kembalian ketika dia membeli snack di kantor tempat saya belajar tadi pagi. Namun, dengan mudahnya dia melemparkan uang koin begitu saja dan tidak diambil kembali. Saya refleks mendekati dan mempertanyakan mengapa dia melakukan seperti itu.

“Fa, kok uangnya di buang?”

“Ya, nggak apa-apa, Nda. Uangnya kecil aja kok.”

Saya yang mendengar pun semakin heran dan mencoba mencari tahu lebih dalam lagi.

“Tapi kan itu uang, Fa. Nggak boleh dong uangnya dilempar begitu saja. Kalau hilang bagaimana?”

Tetap tidak digubris dan akhirnya saya bilang: “Kalau Salfa nggak suka sama uang, berarti Salfa tidak akan bisa lagi beli susu, diapers dan jajan.

“Lho kenapa?”

“Karena uangnya Salfa buang-buang.”

“Lho jangan dibuang, Nda. Salfa mau beli itu.” Menunjuk snack kesukaannya.

“Kalau begitu, uang yang dilempar diambil dulu.”

Saat dia sudah memegang uang, dia memberikannya kepada saya untuk ditukar dengan snack yang disukai. Lalu dengan santai dia berkata: “Uang nggak boleh dibuang-buang ya, Nda. Maafin Salfa ya.”

Saya menerima permintaan maafnya dan kami kembali ke ruangan.

Nah, singkat cerita, saat akan pulang, Salfa lalu melihat uang koin tak bertuan di lantai tempatnya bermain seharian tadi. Tiba-tiba dia bilang:

“Nda, itu uang siapa kok dibuang-buang? Kan nggak baik itu.”

Haha… di situ saya langsung senyum dan bergumam sendiri kalau anak ini cepat sekali memahami apa yang disampaikan. Seolah-olah sikapnya itu menghapus kesalahan yang dilakukannya tadi. Tetapi yaa namanya anak balita, ada-ada saja yang bisa jadi cerita dan dicontoh olehnya. Dan pasti Salfa jadi memahami bahwa uang itu bukan untuk dibuang.