Melatih Anak Cerdas Finansial (Day 5): “Uang Disimpan di Kaleng Ini, Bunda.” – Hari ini Salfa mendapat pelajaran soal uang dari sepupunya. Ya, kami masih di kampung si ayah di Kertosono. Salfa tampak bahagia sekali diajak ke rumah Mbah-nya. Banyak teman bermain dan pastinya makanan enak-enak semua. Salfa jadi doyan makan dan percaya atau tidak, hari ini dia makan sampai 6 kali. Sup buatan Mbah-nya memang maknyuss, haha.

Saat bermain dengan sepupunya (baca: Mas Rio), Salfa diajari bagaimana menabung uang. Sepupunya tanya sama Salfa kalau di Surabaya suka nabung atau tidak. Salfa ya dengan bibirnya yang selalu ada saja yang bisa diucap, mengatakan seperti ini:

“Di Surabaya saya punya kaleng buat simpan uang. Iya kan, Bunda?” Menjawab sepupunya sambil menoleh ke arah saya.

“Uangnya sudah banyak?” Tanya Mas Rio

“Kosong. Nggak ada isinya.” Jawab Salfa santai kayak di pantai.

“Lho kalau nggak ada uangnya berarti Salfa nggak nabung yaa?”

“Nggak. Dibeliin susu sama roti.”

Haha… jawaban itu membuat saya tanpa sadar tertawa. Ya, Salfa memang pernah lihat saya mengambil uang di kaleng tersebut karena kebetulan sekali sedang tidak memegang uang, sementara Salfa butuh susu saat itu.

“Besok uangnya disimpan lagi dalam kaleng ya, Fa.” Ajak saya.

“Iya, nanti kalau Salfa punya uang, saya simpan di situ.” Jawab Salfa.

“Pinterrr.”

“Kalau uangnya sudah dimasukkan ke kaleng, boleh beli Robocar Poli?” Tanya Salfa seketika.

“Nggak usah. Salfa kan perempuan. Disimpan saja buat sekolah nanti.” Jawab sepupunya. Saya mendengarnya hanya bisa senyum karena memang saya membutuhkan orang untuk memahamkan sama Salfa bahwa permainan laki-laki itu tidak harus dimilikinya.

“Jadi beli apa dong?”

“Buat Salfa bayar uang sekolah saja. Tahun depan sudah sekolah kan?”

“Huum. Sekolah di sana. Jauh. Naik motor.”