Melatih Anak Cerdas Finansial (Day 6): “Yaa, Hujan Deh…” – Hari ini saya sedang berusaha memberikan pemahaman kepada Salfa bahwa hujan tidak selamanya menjadi sesuatu yang buruk. Memang saat di rumah mertua (Mbah-nya Salfa), kami hampir tidak bisa keluar rumah karena seringkali hujan saat jelang sore. Tadinya kami berencana ajak Salfa jalan-jalan ke Kediri, tetapi sayang sekali cuaca yang tak menentu membuat kami mengurungkan niat.

Kondisi tersebut dijadikan Salfa untuk full bermain dengan sepupu dan budhe dan pakdhe-nya. Namun, keinginan keluar rumah masih saja ada dalam benak Salfa. Ya, anak ini memang ketika diberitahukan akan sesuatu, susah sekali lupanya, apalagi jika berkaitan dengan jalan-jalan. Pasti deh girang pake banget.

“Yaa, hujan deh…” Celetuk Salfa saat mendengar suara titik air berjatuhan di atas genteng rumah. Saya yang mendengar hal tersebut pun bertanya.

“Lho doanya mana? Hujan turun harusnya berdoa kan, Fa?”

“Salfa nggak jadi naik motor sama ayah karena hujan. Gimana dong, Bunda?”

“Besok masih bisa naik motornya, Fa. Ayo, doa turun hujannya mana nih?”

“Ayo sama-sama Bunda.”

Kami berdoa bersama dan sikap kami menjadi sorotan perhatian bu mertua. Beliau mengatakan bahwa Salfa masih kecil sudah bisa diajak berdoa. Apalagi saat saya menjelaskan bahwa hujan itu bentuk sayangnya Allah sama manusia seperti Salfa di bumi. Diturunkan hujan untuk menebar rahmatNya.

Anak seusia Salfa memang belum mampu memahami hakikat hujan. Tetapi setidaknya dia tahu darimana asal hujan, proses terjadinya dan lagi hujan tidak selamanya memberikan dampak buruk seperti banjir, longsor dan lainya.