[Day 01] Games Bunda Sayang Melatih Kemandirian: Membereskan Mainan Sendiri – Alhamdulillah karena saat ini masih dipertemukan dengan games level 2 dalam tahap Bunda Sayang IIP. Untuk bulan kedua ini adalah masa untuk Melatih Kemandirian. Dan saya memilih untuk melatih kemandirian si kecil yang bulan ini genap berusia 3 tahun.

Untuk hari pertama, saya ingin mencoba menerapkan kepada si kecil untuk kemandirian membereskan mainan. Karena kebetulan di rumah hanya ada saya, suami dan si kecil setiap hari, mulai dari pagi hingga pagi lagi, maka mau tidak mau bermain dan belajar bersama si kecil diupayakan maksimal.

Membereskan mainan sendiri bagi saya pribadi itu perlu. Hal yang harus saya ajarkan kepada si kecil ini adalah hal yang otomatis masih berhubungan erat dengan lingkungan sekitarnya. Memang sih masih diberi toleransi ketika mainan si kecil berserakan di dalam rumah sendiri. Namun,bukan berarti bahwa kebiasaan seperti itu bisa berubah tanpa sentuhan dari orangtua untuk melatihnya. Jangan sampai ketika bermain di rumah temannya, si kecil justru menambah masalah dalam aktivitas orangtua temannya itu sendiri karena harus bekerja lebih banyak untuk membereskan mainan.

Awal mulanya saya mengajarkan untuk membereskan mainan sendiri itu sejak usia 2 tahun karena kebetulan si kecil sudah fasih berbicara di usia tersebut. Hanya saja, saya masih terhalang dengan mood dan juga pendirian si kecil yang masih goyah ketika diingatkan untuk membereskan mainan. Namun saya percaya jika terus diingatkan akan menjadi terbiasa nantinya.

Dan sekarang si kecil Salfa sudah sedikit demi sedikit mengikuti hal yang ingin saya terapkan ini. Meskipun terkadang saya pasrah karena berusaha tidak marah dengan mencoba cuek ketika si kecil diarahkan membereskan mainan tetapi tidak dihiraukan bahkan semakin menghamburkan mainan. Jika saya bersikeras dan akhirnya emosi, saya khawatir justru berakibat negatif pada memori si kecil.

Salah satu percakapan yang sering terjadi saat melatih kemandirian si kecil untuk membereskan mainan, yaitu:

“Fa, wah mainannya sudah waktunya masuk di dalam kardus nih. Yuk dimasukin satu per satu.” Ucap saya mengajak.

“Nanti dulu, Nda. Fafa capek.” Jawabnya singkat bin gemas ketika kalimat itu terlontar.

Berharap hari esok tak lagi ada kalimat seperti ini.

One Week One Skill

Berikut table of one week one skill dari si kecil: