Memperkenalkan Salfa dengan Ibadah – Harta yang paling berharga di dunia bagi saya saat ini adalah Salfa. Anak, lebih tepatnya batita, yang baru kemarin menginjak usia tepat 17 bulan (16 Desember 2015). Lahir di meja operasi (baca: SC) dan di awal-awal kelahirannya harus bolak-balik rumah sakit karena Ikterus, kini tak terasa sudah harus banyak waktu untuk terus mengikuti perkembangannya.

Saya sendiri yang sama sekali baru merasakan kehidupan menjadi Ibu benar-benar diberikan banyak kejutan. Ya, baru kali ini benar-benar bisa merasakan “wow” ketika Salfa memperlihatkan kemajuan demi kemajuan. Dan juga harus merasakan “aduh” saat Salfa sedang tidak sehat atau terserang rewel yang kadang memicu emosi. Tetapi, lagi lagi saya harus selalu memiliki ekstra sabar yang berlebih. Sebab, saya tahu bahwa menjadi Ibu bukanlah perkara mudah dan imbalannya pun berupa Surga, insya Allah.

Ngomong-ngomong soal Surga tentu akan larinya bagaimana aktivitas ibadah yang sudah dikerjakan di dunia, bukan?! Nah, salah satu hal yang wajib saya terapkan pada Salfa di usianya saat ini adalah memperkenalkannya dengan nilai-nilai agama. Tidak harus langsung yang berat juga sih. Nggak mungkin juga saya suruh Salfa shalat 5 waktu, hehe… Saat ini Salfa sedang saya perlihatkan bagaimana Ayah dan Ibunya beribadah, seperti memperdengarkan Salfa suara adzan, gerakan shalat dan ucapan-ucapan syukur.

Saat Selesai Shalat

Saya sangat bersyukur Salfa cepat tanggap dengan hal tersebut. Bagi saya, ini salah satu cara membuatnya tumbuh dengan cinta, setidaknya Salfa tahu kalau orang tuanya sangat mencintainya dengan memberikan pendidikan dan penanaman nilai disiplin sejak dini. Disiplin karena untuk beribadah memang sudah disediakan waktu-waktu tertentu. Salfa juga sudah mengerti kalau mendengar suara adzan itu berarti sudah waktunya shalat. Hal tersebut ditunjukkan dengan segera mungkin mengucapkan kata “Allahu Akbar” (dengan gaya bicara bayi pastinya) dan gerakan shalat seperti takbiratul ihram (menyedekapkan kedua tangan di perutnya) dan sujud (posisi yang tentunya masih belum sempurna).

Berdoa Bersama Ayah

Memberikan ekspresi bahagia dengan tepuk tangan, pujian dan pelukan juga merupakan cara untuk untuk membangun emotional bonding. Salfa lambat laun akan sadar bahwa orang tuanya akan bangga. Apalagi saat dia mampu mempraktekkan gerakan-gerakan ibadah yang sering dilihatnya selama ini. Dan yang paling menggemaskan itu kalau saya perintahkan Salfa membersihkan tangan, kaki dan wajahnya sebelum shalat, maka secara spontan dia akan mengambil tissue basah Cussons Baby kesukaannya.

Hmmm… kalau melihat Salfa seperti itu, saya jadi sangat rindu ingin memeluk Mama di kampung. Bahkan ketika Salfa rewel sekalipun, saya tidak pernah absen menghubungi Mama untuk meminta maaf. Ya, saya berharap dengan terus bersikap seperti itu, Allah memberikan kemudahan untuk terus bersabar merawat dan mendidik Salfa hingga kelak saya tutup usia. Sebisa mungkin terus membangun hubungan antara ibu dan anak yang baik, meskipun kini saya dan Mama berbeda pulau.

Oiya, karena keasyikan cerita soal Salfa yang sedang mengenal ibadah, saya lupa kalau harus segera submit foto dan video Salfa untuk ikut ajang Cussons Bintang Kecil 4 (#CBK4). Semua persyaratannya sudah terpenuhi. Nah, kalau ibu-ibu sekalian juga ingin buah hatinya jadi Cussons Bintang Kecil, ikutan juga yuk!

Jadilah Bintang Kecil Cussons

Info lengkapnya bisa cek di sini:

Twitter: https://twitter.com/cussonsmumme_id

Facebook: https://www.facebook.com/CussonsMumMe.Id/

Website: http://cbk.cussonsbaby.co.id/

Sampai jumpa di cerita Salfa selanjutnya ya…!