Menstimulasi Anak dengan Matematika Logis (Day 1): Bangun Pagi dan Kantor Imigrasi – Alhamdulillah masih diberikan umur panjang untuk memulai games level 6 di perkuliahan Bunda Sayang IIP. Masih belum selesai penat mengerjakan games sebelumnya, tetapi time flies so fast, right? Dan sekarang waktunya masuk tahapan menstimulasi Matematika logis pada si Salfa.

  

Hari ini Salfa saya ajak untuk mengenal Matematika tanpa harus memintanya menghitung 1-2-3 dan seterusnya. Karena katanya sih metode tersebut sudah so yesterday. Dan namanya menjadi Bunda harus selalu mengasah diri untuk peka terhadap sekeliling sehingga apapun bisa jadi bahan informasi dan wawasan baru untuk Salfa.

Bangun Pagi adalah cara Salfa mengenal Matematika yang saya perkenalkan tadi pagi. Salfa mulai memahami bahwa pagi itu jam 6 sampai jam 10.

“Salfa, bangun yuk. Bunda mau ambil paspor ke imigrasi. Ikut Bunda nggak?”

“Masih ngantuk, Nda.”

“Lho ini sudah jam 6. Sudah pagi. Itu lihat, langit sudah mulai cerah.”

“Jam 6? Coba lihat.” (Salfa meminta saya menunjukkan jam karena memerlukan bukti bahwa saya tidak sekadar memintanya bangun.)

“Ini lho Fa. Bener kan kata Bunda. Sekarang sudah jam 6. Yuk bangun!”

“Okay. Tapi Salfa mandi sendiri ya, Nda.” (Meskipun pada akhirnya saya tetap memandikannya juga karena posisi bak mandi masih terlalu tinggi untuk Salfa mengambil air.)

***

Sesampainya di kantor imigrasi, ternyata saya terlalu cepat datang karena pengambilan paspor baru bisa dilakukan jam 10. Maka saya ajak Salfa duduk di bangku di depan loket pengambilan.

“Nda, kenapa duduk? Katanya mau ambil paspor?” (Setengah protes karena mungkin masih ngantuk tetapi sudah diajak keluar rumah dan ternyata malah menunggu.)

“Petugasnya belum datang, Fa. Nanti jam 10.”

“Ooo… sekarang jam berapa, Nda? Belum jam 10?” (Mulai terus bertanya)

“Masih jam 8 lebih. Salfa main saja dulu ya.” (sambil mengajak Salfa masuk ke playground yang disediakan oleh pihak imigrasi)

“Okay.”

***

“Fa, pulang yuk. Sudah selesai urusan Bunda di sini.”

“Sudah jam 10 ya, Nda?”

“Iya.”

Kami pun keluar dari kantor imigrasi. Sesampai di rumah, Salfa cerita ke ayahnya tentang situasi di kantor imigrasi. Dengan gaya cerita anak-anak kalau dia katanya menunggu Bunda sambil bermain karena belum jam 10, haha.