Menstimulasi Anak dengan Matematika Logis (Day 17): Menangkap Ikan – Hari terakhir game level 6 dan tanpa terasa akhirnya mampu mencapai hari ke-17. Prestasi? Bagi saya iya karena mengalahkan kemalasan bukan perkara mudah. Apalagi dalam kata “kemalasan” ada kata “alasan”. Ya, terkadang kita terlalu banyak mencari alasan untuk membenarkan apa yang kita lakukan sehingga hal sepele dan sederhana menjadi sangat besar bahkan beban. Padahal saya yakin dan percaya, Tuhan tidak pernah memberikan kita masalah, beban, bahagia atau apapun dariNya tanpa kita mampu menerimanya, bukan?

Eh kok saya jadi seperti ceramah ya?! Hahaha… well, pastinya hari ini ada saja hal yang menjadi pengalaman baru bagi Salfa. Awalnya tidak pernah ada planning akan mengajak Salfa ke Albatros (yang tinggal di daerah Juanda pasti tahu dan paham betul soal lokasi ini). Ya, alasan bisa mampir di tempat ini adalah karena malam ini saya dengan segenap hati meminta bantuan sodara sekampung untuk nginap semalam. Soalnya hari Ahad ada acara playdate yang pastinya sebagai bagian dari Playdate IIP Surabaya, saya harus mengajak anak saya ikut meramaikan.

Back to the point… 

Salfa di Albatros akhirnya bermain menangkap ikan setelah membujuknya dengan segala jenis argumen bahwa bermain di playground balon karet itu sangat tidak aman. Apalagi sudah malam. Kuman dan sesuatu yang berbahaya di bagian bawah tidak terlihat lagi. Dan saya tidak mau mengambil resiko. Alhamdulillah Salfa berhasil menangkap beberapa ikan dan mendapatkan hadiah dari penjaga ikan tersebut.

Apa hubungannya dengan Matematika? Yaa, ada dong. Salfa melatih konsentrasinya untuk memusatkan pikiran serta teknik untuk menangkap ikan yang banyak. Apalagi dengan kondisi malam, maka cahaya kurang mendukung. Namun, Salfa yang selalu gigih untuk sesuatu yang menarik, tetap enjoy dan seringkali bersorak ketika jaring di tangannya ada ikan yang terperangkap. Awalnya ikan kecil, lama-lama ikan besar. Dan itu juga membuat Salfa kemudian belajar bahwa jaring yang kecil akan kesulitan menangkap ikan yang besar, begitupun sebaliknya.

Lalu, apakah Salfa bisa menerima bahwa menangkap ikan ada batas waktu? Hmm… namanya anak-anak. Jika sudah bermain asik dan diminta berhenti karena sudah waktunya pulang, tentu ada drama lagi, bukan? Namun, selalu ada cara untuk membuat Salfa menjadi tenang akhirnya.

Jadi, game level 7 kita akan seperti apa ya, Salfa?