Menstimulasi Anak dengan Matematika Logis (Day 2): “Bunda, Airnya Banyak Sekali.” – Hari ini benar-benar membuat saya bingung. Hujan turun dengan intensitas lebat hingga membuat rumah kebanjiran, tak hanya di depan (yang sudah biasa jika hujan turun) tetapi juga di bagian belakang. Tadinya saya berpikir volume air nggak akan sebanyak hari ini hingga saya sama sekali tidak bisa bergerak, sekalipun untuk shalat.

Namun, saya percaya bahwa apa yang terjadi hari ini adalah bentuk peringatan Allah untuk tetap waspada dan senantiasa bersyukur bahwa kapanpun jika dikehendakiNya, rumah saya bisa kemasukan air. Dan pastinya kebanjiran hari ini justru jadi media Salfa untuk belajar sesuatu yang baru lagi. Ya, karena games level 6 bicara soal Matematika, maka kebanjiran pun bisa termanfaatkan untuk menyelesaikan tantangan hari ini.

Selama ini Salfa mungkin saya cekoki dengan angka 1-2-3 yang seperti saya sebutkan kemarin sebagai metode kuno. Saat ini sudah banyak media untuk membersamai Salfa belajar. Seperti dalam kalimatnya:

“Bundaaa, airnya banyak sekali.”

Ya, itu kalimat yang pertama kali keluar saat melihat luapan air di dalam rumah, tempat dimana Salfa main, tidur, makan, pokoknya semua aktivitasnya selama ini. Karena airnya kotor, saya tidak memberikan ijin untuk menyentuh air tersebut. Padahal saya tahu betul Salfa suka sekali bermain air.

“Salfa, airnya banyak ya?”

“Iya, Nda. Kok bisa banyak ya?”

“Karena hujan turunnya lama dan deras. Kalau seperti itu, airnya jadi banyak.”

“Kok nggak dibuang airnya, Nda?”

“Dibuang kemana, Fa?”

“Dibuang di luar.”

“Ya, tidak bisa dong Fa karena di luar juga airnya banyak tergenang.”

“Wah, kalau airnya satu bisa ya, Nda?”

“Salfa, ukuran air itu bukan satu, dua atau tiga. Tetapi sebutnya volume.”

“Ooo volumeee… “

Tiba-tiba percakapan terhenti karena Salfa beranjak menemui ayahnya di depan yang sedang menunggu air surut. Samar-samar terdengar dari dalam, Salfa seolah menginformasikan ke ayahnya bahwa air banyak sekali di dalam rumah. Salfa juga bilang tidak bisa main karena mainannya nanti basah.

Ah, hari ini setidaknya Salfa paham meskipun sedikit tentang ukuran untuk benda cair seperti air. Tetapi semoga kedepannya Salfa tidak belajar air lagi saat kebanjiran seperti hari ini. Waliyadzubillah…