Menstimulasi Anak dengan Matematika Logis (Day 4): Obral Mainan – Sepulang dari mengikuti agenda salah satu rumah belajar di Surabaya, saya mengajak Salfa langsung pulang ke rumah tanpa harus mampir ke mall. Alasan saya sederhana, dana tidak mencukupi untuk melakukan perjalanan ke mall apalagi nantinya Salfa akan minta makan dan mainan yang di luar budget yang saya pegang saat ini. Duh, kok melas banget sih, hehe…

Sesampai di rumah, Salfa kecewa karena harapannya (jika di ajak keluar rumah kemungkinan mampir di mall) tidak terwujud. Saya benar-benar ragu untuk ke mall ditambah dengan kondisi cuaca. Ah, lagi-lagi saya harus mengatakan bahwa kondisi rumah kontrakan kami akan diserbu genangan air saat hujan deras atau hujan dengan intensitas lama. Bayangkan saya sulit pulang ke rumah ketika memaksa diri keluar sementara di pertengahan jalan akan dihadang macet karena banjir dari hujan deras? Namun, beruntungnya hari ini sama sekali tidak hujan meskipun mendung. Satu kesyukuran saya karena bisa istirahat.

Lantas, apa hubungannya dengan Matematika Logis? Hmm… pada dasarnya secara langsung tidak ada. Namun bagi seorang Salfa, hal apa saja bisa nyambung. Sejak tiba di rumah, anak kecil ini terus memperlihatkan kekecewaannya bahkan cerita ke ayahnya hingga muncul percakapan yang unpredictable. 

“Ayah, Salfa sedih. Bunda tidak ajak Salfa ke mall.”

“Kok bisa nggak diajak? Tadi nggak mampir?”

“Uang Bunda habis dipakai bayar Uber.”

“Oh, kalau begitu Bunda benar dong, Fa. Nanti mau bayar pakai apa kalau tidak punya uang?”

“Kan Bunda bisa pakai go-pay.” (Ayahnya ketawa karena kaget si anak usia 3 tahun ngomong layaknya orang yang sudah paham betul dengan go-pay)

“Habis mungkin punya Bunda. Memangnya mau apa di mall?”

“Salfa mau beli mainan obralan.

“Heh… kok Salfa sudah tahu obral segala?”

“Ya tahu, Ayah. Bunda kan beli obral di mall.

Tak ada kata lagi dari ayahnya. Hanya ada tertawa terpingkal-pingkal. Saya pun yang mendengar dari dalam ikut tertawa. Benar-benar Salfa sudah semakin besar. Kejadian beberapa hari lalu masih diingat, khususnya saya ke mall memang memburu obral sesuatu. Hmm… sesuatunya rahasia aja yah, haha.

Kemudian si ayah memberikan tambahan informasi bahwa tidak semua mainan di mall itu diobral. Ayahnya pun menjelaskan bahwa obral itu barang dijual murah. Jadi, kalau Bunda tidak membelikan mainan di mall bisa jadi memang karena harganya mahal atau karena Salfa sudah punya. Setelah mendengar informasi ayahnya, Salfa kemudian lanjut bermain. Dan lagi percakapan Salfa (monolog) dengan bonekanya mengundang decak tawa dan gelengan kepala.

“Beli… beli… beli… dibeli Bu barangnya.”

“Obral… Obral… ”

“Ayo dibeli mainannya murah… Obral… Obral…”

***

Well… hari ini si Salfa sudah tahu soal obral. Entah besok akan belajar dan memberikan kejutan apa lagi. Let we see…