Menstimulasi Anak dengan Matematika Logis (Day 9): Tidak Keluar Garis – Surabaya yang sejak pagi hujan gerimis nan awet membuat saya semakin mager. Tetapi, ternyata banyak hal yang harus saya kerjakan. Apalagi kalau bukan membersamai anak balita yang baru berusia 3,5 tahun. Dan hari ini tetap harus mengajak Salfa untuk bermain sambil belajar.

Sebenarnya malam ini juga untuk menuliskan reportase game ini pun masih setengah jiwa rasanya karena dapat kabar dari Makassar, kalau neneknya Salfa harus masuk rumah sakit karena usus buntu. Ya Allah… semoga selalu ada keajaiban kesembuhan dari setiap penyakit yang Engkau kirimkan…

Hari ini Salfa belajar mewarnai gambar yang sudah di-print-kan si Ayah. Ada beberapa jenis gambar dan semuanya binatang yang seringkali dilihat Salfa dalam buku cerita. Termasuk Salfa mengingat pelajaran kemarin tentang kaki binatang. Tanpa diminta, Salfa menghitung kaki binatang by monolog. Saya hanya senyum-senyum sendiri mendengarnya. Dan tibalah saat Salfa harus mewarnai gambar yang diberikan.

“Bunda, gajahnya warna apa?”

“Lihat dicontohnya. Itu gajahnya warna apa?”

Greeey.”

“Oke. Silakan diwarnai ya.”

Beberapa saat kemudian…

“Sudah selesai, Nda.”

“Aih pinternya. Tetapi kok warnanya keluar dari garis ini ya?” (sambil menunjuk goresan crayon yang melenceng dari garis)

“Tidak boleh?”

“Jadinya kurang indah, Fa.”

“Salfa tidak tahu buat garis gini-gini, Nda.” (maksudnya di sini adalah Salfa tidak tahu mengarahkan crayon-nya pada posisi melengkung)

“Ouh begitu. Kita belajar membuat garis lalu gambar-gambar lucu.” (maksud gambar adalah bangun datar)

Salfa pun antusias memperhatikan. Dia sangat excited melihat garis-garis yang saya buat bisa membentuk bangun datar seperti lingkaran, setengah lingkaran dan sejenisnya.

“Jadi, kalau mewarnai dan ada garis melengkung begini, Salfa juga harus mengikuti garis. Jangan sampai keluar garis.”

“Ooo begitu… ” (lalu melanjutkan untuk mewarnai gambar binatang yang berbeda)

***

Lagi-lagi sesederhana ini memahamkan soal garis kepada Salfa. Meskipun saya tahu bahwa besok bisa jadi dia akan lupa lagi. Nah, tugas saya untuk selalu mengingatkan terus-menerus. Bagaimana dengan Bunda sekalian? Ada tips mengajarkan soal garis kepada anak?