Menstimulus Anak dengan Matematika Logis (Day 15): Mari Menabung – Terkadang menjelang akhir game membuat saya harus kehilangan ide. Serasa kehabisan begitu, padahal yaa namanya ide pasti ada saja jika ditangkap dengan baik,  bukan? Dan memang benar karena hari ini idenya sederhana sekali. Muncul secara tidak sengaja dari dialog antara Salfa dan ayahnya.

Sang ayah yang sudah sejak pagi belum juga beranjak dari “kursi panas”-nya kemudian diajak bercakap oleh Salfa yang hari ini lebih banyak bicara.

“Ayah, Salfa mau beli mainan yang ada di buku ini?” (menunjuk cover buku Montessori di Rumah seri Matematika)

“Iya, nanti kalau ayah punya uang ya.” (menjawab dengan nada datar dan mata ayahnya tetap di depan layar PC)

“Kapan punya uang?”

“Ya, kalau sudah punya, Fa.”

“Iya, ayah. Kapan tapinya?” (pertanyaan mendesak mulai bermunculan, sifat Salfa yang tidak puas dengan jawaban singkat)

“Yaa, ayah harus kerja trus nabung, baru bisa beli mainan.” (jawab ayahnya yang sudah mulai melepas mata dan tangannya dari PC)

“Kalau Salfa kerja apa?”

“Yaa, Salfa nabung saja dulu.”

“Caranya gimana?”

“Salfa tidak jajan sembarangan. Tidak minta minum es, cokelat dan permen.” (sepertinya si ayah mulai terjebak dengan pertanyaan anak sendiri)

“Ooo… ”

Percakapan terhenti sesaat dimana Salfa masuk. Dia sedang mencari kaleng dimana biasanya melihat saya memasukkan uang ke dalamnya.

“Bunda, kok nggak ada isinya?”

“Nggak tahu, Fa. Salfa taruh mana lho?”

Tiba-tiba Salfa berlari menuju ayahnya lagi.

“Ayah, Salfa minta uang yang ada di sini.”

“Lho, kok minta Ayah?”

“Ayah kan yang ambil uang di sini buat bayar air tadi kemarin.” (Nggak nyangka akan mengatakan seperti ini. Tadi kemarin adalah bahasa Salfa yang menunjukkan bahwa dia pernah melihat, menghadapi, merasakan kejadian tersebut)

“Haha… Oalah, Nduk… Nduk… Kok yo eling ae to kamu.” (Ayahnya tertawa sambil mengusap kepala anaknya)

Ayahnya ingat kalau memang pernah ambil uang di kaleng itu, tetapi sudah lama.

***

Ya, begitulah kejadian hari ini yang benar-benar tak disangka. Diajari soal menabung, malah kita dibawa ke kejadian beberapa waktu lalu. Anak-anak memang pengingat sejati…