Menstimulus Anak Suka Membaca (Day 1): Pak Guru Singa – Alhamdulillah akhirnya bertemu lagi dengan game terbaru di perkuliahan Bunda Sayang. Setelah seulan lalu harus berkutat dengan “Gaya Belajar Anak”. Hari ini adalah hari pertama menjalankan tantangan dari games yang diberikan.

Nah, games kali ini adalah “Menstimulus Anak Suka Membaca” dengan menunjukkannya pada pohon literasi. Karena sekarang semuanya sudah serba digital, maka pohon literasi yang saya buat untuk program membaca Salfa pun adalah pohon digital. Jika ada yang bertanya, Kok nggak buat pohon aja dari flanel, kardus atau mungkin gambar pohon di kertas dan ditempelin judul bukunya? Maka jawaban saya sederhana, rumah kontrakan saya sempit untuk menampung bebikinan lagi. Hehe… jadi curcol deh.

Baiklah back to the topic… 

Jadi, hari ini Salfa saya ajak untuk membaca buku Seri Halo Balita, Pak Guru Singa. Mengapa memilih judul itu yang pertama? Karena Salfa senang dengan hewan. Segala jenis hewan selalu jadi bahan pertanyaannya. Bahkan kebun binatang sudah menjadi tempat playdate yang entah sudah berapa banyak dikunjungi.

Jika ada yang mau lihat “Pohon Literasi Salfa, berikut saya lampirkan di bawah ini:

***

Sinopsis

Bu Lupita tidak bisa mengajar karena sakit. Untungnya, ada guru pengganti. Anehnya, guru pengganti itu… seekor singa! Namanya Pak Pino. Karena Pak Pino lucu dan menyenangkan, anak-anak pun menyukainya. Wah, bagaimana rasanya punya guru seekor singa, ya? Baca saja ceritanya, yuk! 

***

Intinya buku ini adalah mengajak anak-anak untuk Belajar tentang Berbaik Sangka. Tidak sekadar melihat orang dari wajahnya saja. Karena seperti yang diceritakan di buku ini, Pak Pino malah asyik diajak bermain dan belajar. Padahal awalnya anak-anak merasa takut. Penulis buku ini, Ina Inong, bagi saya bisa mengolah kata sehingga nyaman untuk dibacakan ke anak, apalagi anak saya masih usia 3 tahun 4 bulan.

Diskusi saya dengan Salfa setelah baca buku ini:

“Salfa, suka nggak sama cerita di bukunya?”

“Suka, Nda. Ada Pak Guru Singa yang main gitar dan ajak main ke bukit. Trus tertidur.”

“Wah, iya ya. Pak Guru namanya siapa tadi?”

“Pak Pino, Nda. Wajahnya mirip Singa. Aooommm.”

“Ha..ha..ha..” (saya spontan tertawa karena Salfa bisa menambahkan auman Singa padahal di buku tidak ada)

Ya, bentuk proses belajar Salfa memang terkadang bisa membuat saya tertawa. Dan semoga seterusnya senang dengan buku.