Merekam Jejak dengan Menulis – Dengan pedoman ini maka sampai detik ini saya senang menulis, khususnya di blog. Saya ingin menjadi “abadi” dengan tulisan saya yang mungkin bermanfaat bagi sebagian orang di luar sana. Maka saya pun kemudian didukung untuk membentuk sebuah RB Menulis di IIP Surabaya Raya. Hanya saja sebenarnya saya masih ragu, apakah saya sanggup memikul beban amanah ini. Karena terus-terang, sudah banyak hal yang harus menjadi kewajiban saya, khususnya di rumah, sebagai istri dan juga ibu.

Tetapi kemudian saya memantapkan hati. Mencoba untuk melangkah. Sebab tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika tanpa dicoba, bukan? Kelak saya pun akan tergantikan dengan generasi yang lebih baru. Saya hanya ingin menjadi pijakan teman-teman di IIP Surabaya bahwa mereka memiliki potensi menulis yang mungkin saja terpendam. Banyak yang bisa menjadikan segalanya berubah dengan tulisan. Bukankah changemaker family yang diselenggarakan saat ini juga adalah sebuah tantangan ide dan “menuliskannya”?

Well… let me say Bismillah mengikuti Matrikulasi Tambahan ini… Semoga kelak saya mampu merangkul teman-teman untuk tetap menulis dan menulis. Mengenalkan blog sebagai media yang tak hanya sekadar “wadah tumpahan seluruh rasa”. Menulis juga punya rasa yang bisa diajak berbicara sehingga hasilnya tidak akan sekadar deretan huruf, kalimat dan paragraf.

Bantu saya yaa Rabb… saya ingin membumikan suara hati teman-teman di IIP Surabaya dengan menulis. Jadi buku? Itu bonusnya, insya Allah…