Hamil memang impian saya dan suami. Bahkan harus menunggu waktu 1,8 tahun untuk merasakan anugerah tersebut. Namun, bahagia juga harus dibayar dengan perjuangan yang tidak berat. Semenjak sudah mengetahui bahwa ada janin yang akan berkembang dalam rahim, saat itu juga morning sickness menjadi sahabat akrab setiap hari.

Saat ini kehamilan sudah memasuki usia minggu ke-11. Bangun pagi yang terasa adalah mual, muntah, pusing dan sakit kepala yang tak tertahan. Segala jenis bau atau aroma menjadi begitu “asing” (boleh dikatakan busuk) oleh indra penciumanku. Dan yang lebih sedikit menyiksa adalah muntah. Ya, memuntahkan segala apa yang saya telan sebelumnya. Bahkan sebelum memasukkan makanan pun ke dalam mulut harus mengalami muntah dulu.

Benar-benar sepanjang hari (di setiap pagi) tubuh hanya nyaman berbaring dan menutup mata. Tak suka merasakan keributan atau bahkan mendengar suara yang volumenya besar. Dan yang lebih aneh adalah melihat dan merasakan ada suami di samping juga seperti sebuah pemancing untuk muntah lagi dan lagi. Sungguh tidak enak mengalami morning sickness yang berlebihan seperti ini.

Morning Sickness, Oh No!credit

Morning sickness memang dirasakan oleh kebanyakan orang hamil dengan kadar yang berbeda-beda. Yang sedikit membuat saya lebih tenang adalah kondisi saya masih jauh lebih baik dibanding beberapa teman. Mereka ada yang sampai harus dirawat intensif di rumah sakit untuk mengatasi morning sickness tersebut. Meskipun sudah mengalami kehamilan yang kesekian kalinya.

Semua kembali pada kekuatan tubuh masing-masing dari ibu hamil dalam menyambut sosok baru di rahim. Meskipun morning sickness berat terasa, tetapi membayangkan sosok lucu yang akan lahir ke dunia, maka hal tersebut harus dilewati dengan sekuat tenaga…