Punya anak dengan segala jenis kelebihan dan kekurangannya memang membuat saya harus terus meng-upgrade diri. Biasanya saya hanya mengikuti perkembangan anak seperti air mengalir. Namun, sepertinya pada kondisi kehidupan yang seperti ini, bersikap acuh tak acuh dengan perkembangan anak justru akan membuat masalah untuk masa depannya.

Ragam upaya saya dan suami lakukan agar si kecil terus bertumbuh optimal. Mengerahkan segala potensi kami berdua pun membimbing si kecil untuk mencapai target keluarga kami. Memang sih kami ini bukan keluarga yang kaya raya dimana semua bisa kami peroleh dengan mudah. Justru dengan keterbatasan inilah kami bertekad menjadikan si kecil tetap bisa menjalani usianya dengan tumbuh kembang dengan value memuaskan.

Dengan melakukan berbagai metode parenting yang ada dan disesuaikan dengan kondisi keluarga kami, maka ada beberapa pencapaian yang sudah berada di titik membanggakan, yaitu:

  • Anak sudah bisa menggunakan Bahasa asing ketika diajak berkomunikasi
  • Sudah mampu membaca kata per kata meskipun belum lancar membaca keseluruhan kalimat hingga terdengar cerita yang menarik
  • Anak sudah bisa lepas dari gadget kecuali hari Sabtu, hari dimana menggunakan gadget diperbolehkan
  • Anak sudah bisa menerima kondisi bahwa sebentar lagi akan ada anggota keluarga baru
  • Anak mampu bersosialisasi dengan teman-temannya di sekolah tanpa ada drama

Ya, kelima pencapaian keluarga kami, khususnya terhadap anak ini adalah sebuah anugerah yang luar biasa buat kami. Pencapaian ini tidak lain dan tidak bukan karena saya mampu menekan ego pribadi untuk tidak hanya mementingkan pekerjaan. Apalagi saat ini tawaran menggiurkan sebagai blogger seringkali datang dan membuat dilema.

Contohnya saja saat saya ditawari sebuah pekerjaan di luar kota. Resiko meninggalkan anak menjadi pilihan dan beruntung saya masih memilih untuk menolak karena dalam hidup selalu ada prioritas, bukan?

Mungkin saja saya dengan mudah menolak karena anak masih belum mampu untuk mengurusi dirinya sendiri layaknya anak remaja. Apalagi ditambah kondisi saya yang sedang hamil anak kedua. Terlalu berat untuk melakukan pekerjaan di luar kota dan meninggalkan kewajiban saya sebagai istri dan ibu.

Namun, saya percaya bahwa keputusan yang sudah bulat di tangan tidak akan pernah sia-sia. Tuhan akan selalu membalasnya dengan cara yang lebih baik dari sekadar rekening bertambah dengan nominal rupiah saja.

Pencapaian keluarga kami dengan tumbuh kembang anak yang optimal bahkan boleh dibilang sangat cepat diusianya, membuat kami percaya bahwa tidak ada usaha kami yang tidak memberikan hasil. Pasti ada saja meskipun semuanya butuh proses dan ada kalanya tidak berjalan sesuai keinginan. Kepercayaan dan komitmen kami dalam keluarga yang akan memberikan kekuatan penuh untuk terus memberikan yang terbaik bagi anak.