Semua Anak adalah Bintang (Day 10): Main bareng Kelinci – Salfa masih sakit. Manjanya puoolll. Saya yang tadinya sempat tumbang juga, harus bener-bener steroong. Dan hari ini saya mencoba keluar rumah untuk mengajak Salfa sedikit menghirup udara bebas. Karena khawatirnya, Salfa justru sakit karena kebanyak di rumah sejak Senin yang biasanya main sama anak tetangga (maksudnya cucu bu kontrakan).

Karena kebetulan customer celana anak saya ada di wilayah yang sedikit jauh (tapi masih Surabaya) dan merupakan teman baik, maka saya mencoba mengantarkan langsung pesanannya. Alhamdulillah sampai di sana, Salfa langsung akrab sama anak-anak teman saya itu, Kak Nada dan Dek Aqila. Dan yang bikin senang, Salfa langsung minta main sama Kelinci yang mereka pelihara.

Lalu, apa hubungan Main bareng Kelinci dengan Bintang Keluarga? Ya, secara simple saya melihat bahwa Salfa sudah mampu menjaga emosinya saat bermain. Jika dulu kelinci diangkat lalu dilempar, hari ini dia yang justru bilang ke Dek Aqila agar tidak dilempar. Minta diberikan makanan dan mengelus-elus tubuh kelinci sehingga si kelinci sedikit lebih tenang dan senang dipegang Salfa.

Yang membuat indah pemandangan tadi pagi adalah Salfa main kelinci sambil mulutnya ngoceh: 

“Kelinci, kamu makan dulu ya supaya sehat nggak kayak Salfa sekarang batuk-batuk.”

“Kalo kamu sakit, nanti minum obat pait lho, Kelinci.”

“Yuk, kamu mandi dulu pakai bedak.” (Soalnya Salfa baru tahu kalau kelinci itu mandi pakai bedak).

“Kelinci, Salfa makan dulu ya. Kamu main saja di sini.”

Semua kalimat tersebut muncul dengan sendirinya. Saking bahagianya bisa memegang kelinci langsung dan pastinya bersih kelincinya. Matanya yang tampak berbinar membuat saya paham bahwa suatu saat saya harus membawanya lagi ke kebun binatang. Mungkin sekadar melihat atau benar-benar terjun langsung merawat binatang.