Semua Anak adalah Bintang (Day 2): Bermain di Hotel – Main di hotel? Nggak salah tuh, Bunda? Hmm… ada yang bergumam seperti ini? Maka jawaban saya pertama kali adalah dengan senyuman. Ya, Salfa memang sedikit berbeda dengan anak-anak yang seringkali bertemu dengannya. Tempat dimana dia sering, kadang bahkan jarang ada di situ pun sedikit berbeda. Salah satu contoh tempat yang sering adalah “hotel”.

Ngapain Salfa ke Hotel? Apa tidak mengganggu perkembangannya? Kalau saya menjawabnya, justru sebaliknya. Sejak Salfa banyak main ke hotel, wawasannya makin bertambah. Komunikasinya makin bagus. Tidak sungkan bertemu dengan orang baru dan ramah saat diajak berkomunikasi. Memang banyak yang bilang bahwa justru ini menakutkan karena bisa jadi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak benar. Namun, saya percaya bahwa kelemahan ini harus saya siasati.

Bermain ke Hotel, Belajar Apa Saja?

Banyak. Sosialisasi, kosakata baru tentang apa saja yang ada di hotel, bahkan tidak segan-segan pihak hotel mengajaknya untuk menjadi receptionist sebagai bentuk caranya belajar. Bahkan, dia sudah mulai paham bahwa ada gedung tinggi yang menyediakan kamar-kamar. Dan kamar itu dibayar sesuai dengan berapa lama tidur di kamar tersebut.

Kolam renang. Keberadaan media satu ini juga membuatnya senang dengan hotel.