Semua Anak adalah Bintang (Day 7): “Sabar, Bunda.” – Sejujurnya saya tidak punya feel mengerjakan games hari ini. Namun, karena komitmen akan konsisten menjalani perkuliahan yang sudah saya ambil sejak di awal, maka saya pun dengan susah payah menuliskan ini.

Ya, Salfa sedang sakit. Sudah masuk hari ketiga anak yang aktif ini lebih sering berbaring di kasur dan menempel di tubuh saya seperti baby koala (kalau kata Mba Farda sih). Alhasil, banyak tugas terbengkalai dan saya pun sempat salah memberikan harga kepada customer. Tetapi, lagi-lagi ketika mengeluh yang ada hanyalah semakin lemah, bukan?

 

Dan saya tersentak lalu terdiam tatkala saya mencoba membuka hape. Layar tidak menyala alias nge-hang. Mungkin karena saking banyaknya grup WA yang memberikan notif secara bersamaan. Wajah saya seketika berubah menjadi sedih. Sementara Salfa yang sejak tadi berbaring di dekat saya tiba-tiba mengatakan ini: “Sabar, Bunda.” 

Deg. Saya langsung malu karena anak usia 3,5th yang memberikan support bagi saya untuk tidak sedih karena layar hape sempat hanya hitam saja.  Seketika juga saya bertanya pada Salfa:

“Kenapa Salfa bilang begitu, Nak?”

“Ya iya. Kalau hapenya mati, sabar. Tunggu saja sebentar. “

Ya Allah, saya malu sekaligus bersyukur karena apa yang saya sampaikan beberapa waktu lalu (hitungan bulanan sepertinya) masih diingat betul sama Salfa. Iya, saya ingat betul ketika dia juga pernah ada di posisi saya. Tidak ada signal untuk bermain hape sehingga membuatnya sedih. Maka kata “sabar” pun keluar dari mulutku waktu itu.

Ah, Salfa. Menyampaikannya pun dengan wajah yang seolah sangat memahami perasaanku… Terima kasih, Nak. Bintangku…