Semua Anak adalah Bintang (Day 9): Isi Botol Minum – Astaghfirullah hari ini benar-benar saya lalui dengan berat. Pasalnya, Salfa sakit dan sangat sulit diminta kerjasamanya. Saya sendiri sedikit menyadari mungkin saja dari caraku mendekati dan menyentuh hatinya yang salah.

Dan ditambah dengan ada sikap ayahnya Salfa yang sedikit membuat saya benar-benar berada pada rasa kesal. Maka jadilah rasanya hari ini tuh beraaaaad banget. Tetapi, sebagai ibu pasti kudu setrong. Kalau nggak semuanya tidak berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ada. Namanya anak balita yang sedang beranjak ingin tahu banyak, sakit pun tak jadi soal. Bahkan dengan kondisi batuk yang sudah lumayan membuatnya susah tidur, masih saja minta minum es dan permen.

Ujian banget deh jadinya. Hingga kemudian saya mencoba mengalihkan perhatiannya dari es krim dan permen. Baca buku, mainan lego, ngatur pakaian sampai pada saya berikan video animasi untuknya supaya sedikit rileks. Lalu, tibalah saat dimana si Ayah dari ruang depan meminta saya untuk mengambilkan air minum.

“Bunda tolong isi botolnya.”

Saya yang tadinya membuat obat tradisional untuk Salfa, meminta waktu untuk menunggu sampai saya selesai. Setelah saya tinggal ke belakang, ternyata Salfa tanpa diminta mengisi botol dan memberikan kepada ayahnya. Meskipun ada beberapa tumpahan air yang terjadi dibuatnya, bagi saya itu bisa dibersihkan. Yang paling penting ini, Salfa bisa menerima pesan dengan baik bahwa Bunda sedang repot sementara Ayah butuh bantuan juga.

Senangnya karena Salfa seperti itu. Meskipun tragedi pengobatan kepadanya yang batuk menimbulkan drama, bagis saya tetap sikap dan idenya adalah sesuatu yang layak diacungi jempol. Terbukti lagi kalau semua anak adalah bintang, seperti Salfa Santoso ini, haha.