Usia Salfa saat ini (saat saya menulis postingan ini maksudnya πŸ˜€ ) sudah 8 bulan 8 hari. MPASI sudah menjadi salah satu tugas pokok saya untuk menyediakannya, selain ASI yang harus diperjuangkan sampai 2 tahun, Aaamiiin…

Di usia 8 bulan ini, Salfa memiliki kebiasaan baru yaitu senang ngemil brokoli. Brokoli adalah sayur yang berwarna hijau, tekturnya keras dan bentuk yang unik menurutku. Saking uniknya, dulu waktu kecil saya jadi tidak suka. Aaah, bukan untuk ditiru memang masa kecil saya yang tidak suka makan sayur, hehe…

Senang Ngemil Brokoli

Masih suka senyum-senyum sendiri melihat bentuknya yang unik…

Awalnya, saya hanya mencampurkan brokoli ke bubur saring. Karena saya pikir Salfa masih berkenalan dengan berbagai jenis makanan. Bahagia rasanya karena bubur saring yang saya tambahkan brokoli, ternyata dilahap habis sampai porsi yang harusnya dibagi untuk waktu makan selanjutnya harus dibuatkan lagi. Di situ kadang saya merasa bahagia menjadi mommy. Ya, siapa sih yang tidak bahagia jika melihat anaknya makan dengan lahap? Apalagi kalau hasil buatan sendiri. *kecup-kecup Salfa*

Saya memilih brokoli bukan tanpa alasan. Nutrisi yang dikandung sayur brokoli adalah asam folat dan kalsium yang tinggi. Menurut sumber yang saya baca, dalam 100 gram brokoli yang dimasak, terdapat 56 mikrogram asam folat dan 88 mikrogram kalsium. Manfaat brokoli juga antara lain mengurangi kolesterol, meningkatkan fungsi hati, mengurangi reaksi alergi dan peradangan, antioksidan, menjaga kesehatan tulang, detoksifikasi dan juga mencegah terjadinya kerusakan pembuluh darah. Hal-hal inilah yang kemudian saya sangat bahagia karena Salfa senang ngemil brokoli.

Karena brokoli agak keras jika dibandingkan dengan kembang kol, untuk itu memasaknya harus benar-benar lunak sehingga mudah dikonsumsi oleh bayi. Dan biasanya, saya kukus sekitar 5-10 menit.

Oiya, foto Salfa yang senang ngemil brokoli belum sempat terekam kamera nih soalnya kalau Salfa sudah makan, terkadang gadget sudah saya lepaskan sementara. Sebab, Salfa makan sambil merangkak kemana-mana. Duduk di kursi makan justru membuat selera makannya hilang. Ada-ada saja tingkah bayi yah…

Nah, kalau bunda yang lain bagaimana kisahnya dengan brokoli? Berbagi pengalaman, yuk!

Referensi: