Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Kulineran – Banyak yang tidak tahu kalau saya suka makan. Bahkan banyak tidak tahu kalau saya saat ini suka sekali hunting tempat makan yang belum pernah tertulis dalam kenangan. Bahkan dengan tubuh pendek dan sedikit lebar ini, saya tetap berani melakukan kesukaan ini sampai sekarang.

Hanya saja, saya tidak lagi sama dengan beberapa tahun lalu. Sejak memiliki anak balita yang super duper ceriwis, saya belum boleh mencicipi makanan yang aneh-aneh. Aneh di sini adalah menu makanan berbahan dasar dimana balita belum boleh mengkonsumsi. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, si kecil pun mulai dilatih, haha.

Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Kulineran

Nah, mungkin ada yang tanya kalau saya kulineran kemana saja? Hmm… sebenarnya biasa saja sih. Tempat-tempat makan yang lagi hits atau menu makanannya kesukaan saya, pasti diusahakan kesana. Contohnya adalah es krim, berbahan daging sapi sampai kepada tempat makan dengan view cantik. Meskipun makanannya biasa, kalau suasannya instagrammable, pasti deh diupayakan kesana. Soalnya kalau instagrammable bisa jadi bahan untuk posting dengan mention akun pepotoan.

Lalu, apa saja yang saya siapkan sebelum melakukan kulineran? Hmm… apa ya?! Lho kok malah tanya balik, haha. Kalau saya pribadi sih orangnya kompleks. Kalau kemana-mana memakai tas kecil rasanya selalu kurang saja. That’s why ada teman blogger yang pernah komentar kalau saya seperti mau ke gunung saja tiap hari, haha. Sakit hati? Ya, enggak lah! Memang faktanya begitu. Tas punggung selalu besar plus bawa anak balita, komplit deh.

Hmm… daripada penasaran soal itu, saya berikan bocorannya. Siapkan 5 hal ini sebelum kulineran:

  • Dana; pasti Masa sih mau makan terus nggak mau bayar? Makan di rumah saja harus beli bahannya di pasar dulu, bukan? Nah, sebisa mungkin dananya cukup atau lebih sekian persen dari perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Kalau bisa searching dulu menu yang akan kita makan.
  • Kamera; baik kamera ponsel atau kamera pro, sebaiknya selalu siap sedia di tas. Karena sayang sekali jika momen kulineran tidak diabadikan dengan ponsel
  • Percaya Diri; berkaitan dengan kamera, saat kulineran dan akan memotret makanan, otomatis membutuhkan rasa percaya diri dalam mengambil foto makanan. Entah dengan gaya apa, mau tidak mau mata pengunjung lain akan tertuju pada kita. So, percaya diri ya.

Ngomong-ngomong soal kuliner, saya kenal dengan salah satu blogger yang juga senang dengan kulineran. Hanya saja, beliau seringnya di tempat-tempat bergengsi. Kalau saya sih, apa yang bisa dijangkau dulu, utamanya dengan dana, haha. Kulineran kok nggak modal sih, Mbak… Biarlah orang mengatakan demikian ke saya.

Oiya, blogger yang saya maksud itu adalah Mbak Ria Tumimomor yang masuk ke dalam komunitas Food Blogger Indonesia. Sudah kenal? Pasti deh kalau di jagad perbloggeran, beliau sudah punya nama. Dengan judul blog Ria The Chocolicious, saya sudah menebak bahwa beliau senang dengan coklat. Dan ternyata memang sudah addicted dengan cokelat. Hanya saja cokelat yang disukai Mba Ria adalah dark chocolate sementara saya tidak begitu senang dengan cokelat jenis ini. Berasa agak pahit gitu aja sih di lidah. Nah, andai Mba Ria baca tulisan saya ini, saya mau tanya: Apa sih kehebatan Dark Chocolate sehingga bisa addicted seperti itu?

Ria Tumimor Logo Blog

Saya pun senang dengan beberapa tulisan yang dituliskan di blog-nya dalam kategori travel. Ternyata saya kalah jauh untuk aktivitas satu ini. Ah, entah kapan saya bisa mengisi paspor lagi. Berharap sih setelah postingan ini selesai kemudian ada undangan traveling keluar negeri, Aaamiiin…

Sebenarnya saya bingung jika harus menceritakan soal Mba Ria ini. Soalnya banyak hal yang bisa digali tentangnya ketika langsung membaca tulisan di blog-nya. Bahkan ada yang bisa melatih kemampuan berbahasa Inggris kita dengan sesi reading. Ya, ada beberapa bagian tulisan dimana Mba Ria memilih bahasa Inggris untuk menuangkan isi pikirannya.

Silakan lanjut kepo dengan perempuan semi-fashionist satu ini di blognya: www.riatumimomor.com.  Di sana, semua link jejarin sosialnya berseliweran. Selamat ber-kepo ria.