Halo, Bunda Produktif!

Siapa sangka kalau pekan ini sangat hectic untuk menyelesaikan salah satu project passion di Co Housing – Kepenulisan 1. Mulai dari setoran naskah, edit dan launching tanggal 11 November 2020 sesuai kesepakatan lalu.

Bahkan menetapkan habit pribadi pun menjadi hal yang harus selesai pekan ini. Namun, saya tertarik dengan kesempatan untuk melatih skill editing agar Hexa Magz yang akan tayang perdana minim dari kesalahan kecil bulan ini.

hexa habit untuk bunda produktif

Saya berkecimpung dalam mengadakan naskah blog dan review film/drama maka saya harus paham manajemen waktu. Pekan ini beri saya pelajaran untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Apalagi ada waktu bebas ketika anak tidur atau sibuk main.

Untuk self evaluation habit sendiri sudah saya tuliskan juga di bawah ini:

self evaluation habit bunda produktif

Pelajaran tak terduga tapi harus bertanggung jawab menyelesaikan karena jika tidak, pastinya semua teman-teman di Co-Housing tidak lagi percaya pada saya. Sebab semangat tak hanya dipupuk tetapi juga dibuktikan dengan perbuatan yang tampak kasat mata.

Perjuangan Skill Editing

Mengedit naskah sambil wajah berurai air mata, rasa tak percaya dan sedih membayangkan keluarga yang ditinggalkan. Itu yang saya rasakan karena saat sibuk menyelesaikan, berita duka datang tanpa permisi. Sahabat dekat berpulang tiba-tiba dengan meninggalkan anak-anak yang masih kecil.

Saya harus mengumpulkan semangat untuk terus jalan meskipun perasaan kacau-balau. Membayangkan ada di posisi istri yang ditinggalkan dengan anak-anak yang masih butuh sosok ayah, membuatku benar-benar merasa pilu.

Untung saja teman-teman di Co Housing semuanya memaklumi dan saling bantu. Bahkan saya tidak menyangka mereka terharu.

Editing selesai, saya mendapatkan kabar duka baru. Salah satu member Ibu Profesional yang dulu saya sebagai Fasilitator-nya pun berpulang. Sungguh waktu membuat saya terus berpikir, akhir kematian saya akan seperti apa.

Harapannya semua kewajibanku di Co Housing sudah selesai jadi ketika memang juga ditakdirkan meninggal dunia, tak ada utang kerja yang tertinggal.

***

Well, orang baik akan selalu mendapatkan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Bahkan jika dianggap terlalu berlebihan mengambil peran, justru mendoakan agar tetap semangat melakukan kebaikan.

Next, saya tidak tahu akan seberapa besar perjuangan untuk mencapai Project Passion. Semoga semuanya semangat sampai akhir.