14 Mei 2012 adalah hari dimana pernikahan kami genap menginjak usia satu bulan. Usia yang masih sangat muda. Tanpa terasa statusku juga sudah berubah. Seorang istri namun belum mampu melaksanakan tugas secara sempurna akibat harus tinggal terpisah untuk sementara.

Sang suami, Mas Rony Adi Santoso (akrab dipanggil Mas Adi) harus berada di Surabaya untuk bekerja sementara aku juga demikian di Palangkaraya (menanti nasib baik tahun 2012 ini). Namun, semuanya kami jalani dengan baik dan juga saling percaya satu sama lain. Meskipun jauh, komunikasi tetap terjalin baik itu via sms, telepon, BBM bahkan via inbox Facebook.

Sebulan adalah waktu yang masih sangat baru untuk mendapatkan tantangan-tantangan kehidupan rumah tangga. Sikap dewasa dalam memahami setiap keadaan bahkan sikap mampu menerima keadaan yang terjadi setiap hari harus dimiliki oleh masing-masing dari kami. Setiap masalah yang datang kami hadapi dengan keyakinan bahwa “jalan keluar” pasti ikut bersamanya.

“Sabar ya, sayang”, kata Mas Adi dalam teks BBM-nya yang selalu hadir setiap hari.

Kalimat sederhana namun menjadi penguat meskipun terkadang harus ditemani air mata karena menahan kerinduan dan yang amat sangat.

Teriring do’a dari istrimu di Palangkaraya, “Aku Sayang Kamu, Mas.”