Think Creative – Day 05: Bantal, Sendok dan Boneka Jari – Masih dalam tema berpikir kreatif. Kalau kemarin harus bertindak sebagai salah satu Superhero, sekarang sedikit berbeda. Setelah semalaman saya berpikir apa yang akan saya tulis hari ini, ternyata selalu saja ada cara untuk update blog ini yang sebagian berisi hasil pengamatan saya ke Salfa.

Hari ini Salfa menunjukkan lagi bahwa dunia anak adalah dunia bermain dan senang-senang. Main ini dan main itu. Tetapi sejatinya Salfa sedang proses belajar. Seperti tadi siang saat saya minta dia ikut tidur siang bersama saya, tiba-tiba dia bilang begini:

“Bunda, Salfa mau main seperti kakak Hayu.”

“Main apa itu?”

“Main boneka jari.”

“Hmm… Salfa tidak capek to, Nak?”

“Sekali aja ya, Bunda. Sekaliii aja…” rayuannya pun dikeluarkan.

“Baiklah. Sekali saja. Janji.”

Maka diambillah boneka jari yang ternyata sudah disiapkan sejak tadi. Boneka jari ini kalau tidak salah ingat adalah hadiah saat saya menghadiri event parenting. Salfa suka karena banyak bentuk.

“Bunda, jari Salfa tidak muat. Bagaimana ya?”

“Tidak muat bagaimana?”

“Bonekanya kepanjangan. Tuh lihat, Nda.”

“Hmm gimana ya. Fa.”

“Pakai sendok aja, Nda. Ini!”

Ya, boneka jarinya dimasukkan ke gagang sendok jadi mudah dipegang Salfa. Lalu apakah kreativitasnya sampai di situ? Ouh tidak. Dia langsung mengambil bantal dan duduk di belakangnya dengan posisi bersembunyi. Tangannya yang memegang sendok yang sudah dipakaikan boneka jari kemudian digoyang-goyangkan sambil berkata:

“Halo, Bunda. Selamat pagiii.” suaranya diubah layaknya pendongeng yang mengubah-ubah suaranya.

“Eh Salfa mau mendongeng kayak kakak Hayu?” spontanku berkata dan seolah menemukan berlian di tumpukan pasir. Lumayan nih jadi ide untuk setor tantangan hari ini pikirku.

“Bundaaa, jangan bilang begitu. Bunda bilangnya: Halo Cat, gitu!”

Waduh, Salfa malah mengajari saya bagaimana berdialog dengan boneka jarinya. Ah, tak mengapa karena hari ini dia lagi-lagi bisa menunjukkan kreativitas yang saya sendiri tidak berpikir ke arah sana.