Think Creative – Day 1: Celemek dan Koteka – Entah mengapa Salfa semakin hari semakin ada saja yang membuat saya harus berpikir lebih keras. Sikap kritisnya terhadap sesuatu yang baru dan menyita perhatiannya, membuat saya harus terus belajar bagaimana mengimbanginya agar terus bisa lebih mengasah kreativitasnya.

Seperti persoalan “celemek dan koteka”. Awalnya saya tidak memberikan ijin kepada Salfa untuk memakai celemeknya. Karena pikir saya, celemek itu sudah kekecilan dan pastinya bisa disimpan untuk calon adeknya kelak. Tetapi bukan Salfa namanya kalau menyerah begitu saja. Maka saya pun mengalah dengan memberikan celemek tersebut.

celemek dan koteka

Celemek itu dipakai untuk menutupi badan bonekanya yang dalam ceritanya, Salfa bertindak sebagai ibu dari boneka tersebut. Namun, setelah beberapa saat bermain, saya pun sudah tidak mendengar suaranya. Pikirku Salfa sedang bersama ayahnya, entah itu main ketak-ketik di komputer atau sedang mewarnai dengan serius. Biasanya memang kalau sedang serius, seringkali hening.

Saya pun sedikit penasaran dengan “celemek” tadi. Saya khawatir celemeknya di taruh di lantai begitu saja atau disimpan dalam wadah yang tidak seharusnya. Lalu saya pun mencoba bertanya ke suami:

“Ayah lihat nggak celemek yang dipegang Salfa.”

“Tadi sih lihat. Tetapi sepertinya nggak dibawa ke sini.”

Saya pun masuk ke dalam dan mencari keberadaan celemek. Setelah cek di kotak mainan dan juga di tumpukan bukunya, tidak ada. Belum sempat bibir saya memanggil, tiba-tiba Salfa teriak:

“Bundaaa, lihat ini. Yeee…” sambil menunjukkan celemek yang dipasang menutupi bagian depan celana dalamnya.

“Lho, Fa. Kenapa dipasang seperti itu? Celemek kan di leher?!”

Nggak, Nda. Ini koteka, Bunda.”

Haha. Saya pun seketika tertawa keras. Ternyata itu toh maksud Salfa meminjam celemek. Dia ingat lagi cerita yang pernah kubacakan kepadanya tentang suku Asmat. Waduh, padahal buku itu juga buku pinjaman, lho. Kok ya bisa diingat seketika.

Dan inilah salah satu think creative Salfa yang benar-benar out of the box versi saya. Saya benar tidak menyangka Salfa akan berbuat seperti itu. Hmm… entah seperti apa think creative-nya lagi. Sungguh celemek dan koteka sesuatu yang tidak ada hubungannya tetapi bisa terimajinasi dengan baik oleh Salfa.