Think Creative – Day 2: Kalkulator dan Ayah – Jika belajar Matematika orang kebanyakan langsung diperhadapkan dengan deretan angka dan hitung-hitungan, maka hari ini Salfa memainkan angka dengan kalkulator. Sebenarnya awalnya tidak pernah terlintas akan memakai benda satu ini. Namun, yang namanya anak-anak pasti ada saja akalnya, bukan?

“Ayah, kita hitung satu dua tiga.”

“Yuk, sini. Ambil bukunya.”

“Nggak mau, Ayah. Pakai ini saja.”

“Lho kok pakai kalkulator? Itu punya Bunda, Fa.”

“Pinjem, Ayah. Salfa kan mau hitung-hitung.”

Saya pun kemudian mencoba bertanya mengapa harus pakai kalkulator. Penasaran saja dengan jawaban anak yang tidak pernah kehabisan kata ini.

“Ini warnanya cantik. Buat Salfa.”

“Bunda kan pakai buat hitung jualan.”

“Pinjem sebentar, Bunda. Ayah kan capek kalau hitung di buku. Salfa pake ini saja ya.”

Ouh ternyata dia sengaja pakai kalkulator karena tidak mau ayahnya keletihan menunjuk angka di bukunya. Haha. Duh, anak ini ada saja yang dilakukan. Dan sesekali kalkulator dibuat sebagai ponsel saat bermain dengan boneka bayinya. Let we see tomorrow, apa yang akan dilakukan anak ini lagi.